Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

Diskusi Rutin FEB

Author : Administrator | Sabtu, 11 Mei 2013 12:31 WIB
Berita UMM
Pemateri Kedua, Masiyah Kholmi didampingi oleh Moderator

 

Diskusi rutin FEB-UMM Sabtu, 11 Mei 2013 dipaparkan oleh Dr. Masiyah Kholmi, M.Si, Ak dan Eris Tri Kurniawati, SE., MM, Ak. Diskusi yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi kali ini berlangsung dengan baik dan lancar.  

Materi pertama mengenai Analisis Pengaruh Profitabilitas Sistem Bagi Hasil dan Kualitas Layanan Bank Terhadap Minat Nasabah Berinvestasi (Studi Kasus Pada Bank Muammalat Cabang Malang). Sangat menarik tentunya pembahasan mengenai minat nasabah berinvestasi pada  Bank dengan sistem syariah, selain masih sedikitnya pengetahuan mengenai keuntungan sistem syariah, Eris dalam penelitiannya juga memaparkan bahwa selain minat nasabah dipengaruhi oleh faktor etika dan sistem nilai islami, juga dipengaruhi oleh kualitas layanan yang terbagi kedalam empat dimensi, yakni compliance, reliability, empaty, dan responsiveness.

Selain itu juga nasabah masih memperhatikan kualitas layanan dalam bentuk fisik seperti ATM, dan non fisik yang terkait dengan beberapa fasilitas yang tentunya bagi bank syariah masih memiliki banyak keterbatasan dibandingkan bank konfensional. Hal tersebut membuat nasabah menyadari akan banyaknya pilihan, sehingga nasabah dapat bersikap lebih menuntut standart pelayanan yang lebih tinggi. Oleh karnanya, bank yang menerapkan sistem syariah harus dapat lebih memahai kebutuhan nasabah dan berusaha memenuhi harapan tersebut.  

Tidak kalah menariknya, materi kedua yang dipaparkan oleh Dr. Masiyah mengenai Indikator Akuntabilitas Keuangan Parpol Dalam Perspektif KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) berangkat dari fenomena ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik dibuktikan dengan berbagai tindakan masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, yang terkenal dengan istilah “golput”. Sedangkan jika dicermati, partai politik itu seharusnya berfungsi sebagai suatu organisasi yang berkompetisi membentuk pemerintahan Indonesia, dengan demikian frame pembangunan pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia sangat mewarnai oleh cerminan wajah partai politik.  

 

Dalam penelitiaannya,  Dr. Masiyah dalam forum diskusi berusaha menggali beberapa indikator mengenai akuntabilitas keuangan parpol dari persepsi KPUD dapat disimpulkan bahwa pengurus partai politik sependapat untuk menerapkan tiga kategori akuntabilitas keuangan dalam mengelola organisasi partai politik, yaitu akuntabilitas keuangan tahunan, akuntabilitas keuangan dana kampanye, dan akuntabilitas keuangan dana bantuan APBD yang kemungkinan dampak jangka panjangnya mengarah pada kembalinya kepercayaan masyarakat terhadap parpol. (wenny)

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image