Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

IGTC: FEB UMM Pecahkan Rekor Muri Dengan Hadirkan 3020 Peserta

Author : Administrator | Jum'at, 18 Oktober 2013 07:12 WIB
Berita UMM
 

Seminar Nasional dengan tema “Perkembangan Asuransi Syariah dalam Era Globalisasi serta Peluang Karir di Industri Asuransi” digelar di Hall UMM Dome (17/10/2013).  Hadir sebagai pembicara Ir. Goenawan Hadidjojo, ACII; Subchan Al Rasjid; dan Henry Januar, AEPP, CFP, ChFP, QWP, BBA. Perhelatan ini  diselenggarakan oleh FEB-UMM dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Insurance Goes to Campus (ICGT), dan Asosiasi Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI). Acara ini didukung sepenuhnya oleh Asuransi Central Asia (ACA), dan BNI Life. 

Penyampaian Seminar Nasional bertajuk Kuliah Umum Asuransi terlaksana dengan baik selama 120 menit dengan dimoderatori oleh Drs. Wiyono, MM. Setiap orang tidak pernah terlepas dari risiko, yang mana setiap risiko pastinya membawa potensi kerugian kata Ir. Goenawan Hadidjojo, CII di awal penyampaian materinya. Oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk menyikapi risiko tersebut salah satunya dengan ikut serta dalam Asuransi, imbuh lulusan teknik elektro Universitas Trisakti ini. Konsep dasar yang menjiwai Asuransi adalah konsep gotong royong, sehingga hal ini sangat cocok bagi kultur masyarakat Indonesia. Menurut Direktur PT Bess Central Insurance ini, Indonesia merupakan pasar asuransi yang cukup besar. Pada tahun 2010 pasar asuransi di Indonesia sebesar ± IDR 125 Trilyun ± 1,95% PDB.

Seiring dengan perkembangan industri asuransi, hal ini berkelindan dengan berkembangnya asuransi syariah di Indonesia. Materi asuransi syariah disampaikan oleh Subchan Al Rasjid selaku Manager Distribution – Division Sharia, PT BNI life Insurance. Filosofi asuransi syariah berangkat dari QS. Al Maidah Ayat 2 yang berisi himbauan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Menurut Subchan, perusahaan asuransi syariah hanya sebagai fasilitator/admin yang mengelola pool of hibah fund dari para nasabah. Asuransi syari’ah hanya menginvestasikan dananya pada perusahaan-perusahaan jelas kehalalannya baik dari segi produk maupun manajemannya, hal ini lah yang membedakan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, imbuh lulusan BINUS Jakarta tersebut. Operasional asuransi syariah diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk menjamin kehalalan operasional perusahaan asuransi syariah. Asuransi syariah berkembang cukup pesat di Indonesia. Terbukti saat ini terdapat 49 lembaga selaku pelaku usaha asuransi dan reasuransi syariah yang tersebar di Indonesia.

Pesatnya perkembangan asuransi yang diiringi oleh besarnya pasar asuransi di Indonesia tentu saja membuka peluang karir yang lebar. Hal ini disampaikan oleh pemateri ketiga yaitu Henry Januar, AEPP, CFP, ChFP, QWP, BBA. Menurut Direktur Pemasaran PT Asuransi AVIVA Indonesia ini, ke depannya karir di dunia asuransi cukup menjanjikan. Henry memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa FEB untuk kelak tidak segan-segan menekuni karir di dunia perasuransian. 
 

 
     
 
     
 
     
 
     
 
     
 
     
 
     
     

Acara seminar berjalan dengan semarak dan terlihat antusiasme peserta dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya mahasisnya (10 mahasiswa) yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya-jawab. Di penguhujung acara yang merupakan puncak dari perhelatan acara ini adalah pembacaan dan penyerahan sertifikat Rekor MURI. Paulus Pangka dari MURI dalam sambutannya menyatakan bahwa berdasarkan catatan MURI No. 6182,  FEB UMM telah berhasil memecahkan rekor sebagai penyelenggara Kuliah Umum Asuransi dengan peserta terbanyak, yaitu sebanyak 3020 peserta. Riuh tepuk tangan peserta kuliah umum mengiringi penyerahan Sertifikat Rekor Muri oleh Paulus Pangka kepada Dekan FEB UMM, Dr Nazaruddin Malik, M.Si. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan dan layak untuk dipertahankan bagi seluruh civitas akademika FEB UMM atas sederet prestasi yang telah dicapai.

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image