Komunitas “Lapak FEB” UMM Bagi Sembako

Sabtu, 18 April 2020 11:29 WIB

 

Sabtu(18/04).Peduli Pandemi Covid-19 mendorong masyarakat melakukan berbagai kegiatan kedermawanan sosial. Terutama dengan sasaran kelompok masyarakat terdampak. Hal ini pula yang dilakukan oleh Komunitas “Lapak Fakultas Ekonomi & Bisnis”  atau “Lapak FEB” UMM. - Komunitas WAG tempat bertemunya penjual dan pembeli aneka kebutuhan di lingkungan dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Malang. Lapak Fakultas Ekonomi dan Bisnis sendiri dibentuk pada tahun 2016 di Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Lapak FEB merupakan hasil dari Program Pengabdian Masyarakat Internal (PPMI) UMM dengan tim Dwi Susilowati, Ida Nuraeni dan M Sri Wahyudi dan sebagai Admin WAG “ Lapak FEB” perwakilan dari 3 prodi yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis,yaitu prodi Manajemen,Akuntansi,D3 Keuangan Perbankan dan Ekonomi Pembangunan, Hingga tahun 2020 ini anggota grup Lapak FEB semakin bertambah dan berkembang di seluruh prodi yang ada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang dengan jumlah total anggota 208 dosen dan karyawan. 

Sebelumnya, melalui Whatsapp Group Komunitas “Lapak FEB” menggalang dana di kalangan anggota lapak yang beranggotakan 208 peserta.  “Dana yang terkumpul selama seminggu berjumlah 11.550.000 (Sebelas Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah),” lapor Dwi Susilowati selaku   koordinator dan penggagas Komunitas Lapak FEB. “Sebenarnya kegiatan ini  berawal dari inisiatif salah seorang satpam kampus yang mengikuti aktivitas jual beli di lapak FEB. Tentu kami sangat mendukung.” Kata Dwi Susilowati yang juga merupakan dosen prodiEkonomi Pembangunan ini.

Kegiatan filantropi Lapak FEB melibatkan satpam UMM yang diberi tanggung jawab mendistribusikan bantuan sembako di wilayah Tegal Gondo, Tlogomas, dan Landungsari. “Kami akan membaginya kepada masyakarat sekitar kampus yang terdampak langsung covid 19, sepertisopir angkot, “polisi cepek” alias Jupangdan tukang ojek.” Jelas Zaini satpam UMM yang didapuk sebagai koordinatorlapangan. Untuk pendistribusian disetiap wilayah, tersebut juga akan didampingi dosen dan karyawan yang juga berdomisili di wilayah tersebut.

Lebih lanjut Zaini menjelaskan bahwa pembagian bantuan itu didistribusikan secara door to door, “Biar tidak terjadi kerumunan dan tepat sasaran. Kami sudah mendata masyarakat sekitar kampus yang terdampak, sopir angkot, tukang ojek, dan jupang yang akan menerima bingkisan dari komunitas Lapak FEB. Sembako yang dibagikan terdiri dari beras, gula, telor, dan minyak goreng.”

Harapan dari kegiatan yang kami beri nama Dompet Amal Lapak FEB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kampus. “ Mudah-mudahan pemberian sembako ini bisa meringankan beban bagi masyarakat penerima bantuan “ kata Endang DW dosen dari prodi akuntansi yang bertanggungjawab masalah penggalangan dana.

Shared: