Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang

Strategi Daya Saing UMKM Dalam Tantangan Ekonomi Global

Author : Administrator | Sabtu, 21 Juni 2014 10:55 WIB
Suasana diskusi ekonomi

Diskusi rutin ekonomi kembali diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis pada jum’at malam 21 juni 2014, kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan dipertengahan bulan Mei dengan topik pembahasan “Kesenjangan Nasional”.
 

Bertempatkan di auditorium UMM Inn acara ini dihadiri oleh tamu-tamu undangan dari berbagai bidang profesi seperti Dekan Fakultas Ekonomi dari berbagai Universitas dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) yang berada di Malang, kemudian Dinas Koperasi kota Malang serta himpunan pengusaha kecil kota Malang. 


Pada acara diskusi kali ini tema besar yang diangkat sebagai topik diskusi adalah “Strategi Daya Saing UMKM”. Hadir sebagai pembicara Drs. Hasan, M.Si (Sekertaris Daerah Kabupaten Jombang) serta Dr. RD. Djatmiko, M.M. (Akademisi Fakultas Ekonomi & Bisnis Uiversitas Muhammadiyah Malang). Acara yang dibuka oleh Pembantu dekan satu FEB ibu Dr. Idah Zuhro dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 nanti, penguatan UMKM penting untuk dilakukan baik oleh pemerintah maupun UMKM itu sendiri, beliau menambahkan baik UKM maupun UMKM masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan berpotensi cukup besar dalam menyumbang PDB, sehingga sektor tersebut perlu untuk dikembangkan secara serius.


Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Drs. Hasan, M.Si. yang membahas terkait kondsi UMKM di kabupaten Jombang. Dalam penjelasannya beliau menyampaikan selain memiliki potensi pertanian kabupaten Jombang juga memiliki potensi UKM dan UMKM cukup besar, hal ini tercermin dari banyaknya perusahaan kecil maupun home industry yang kurang lebih berjumlah 29.093 unit. Walupun demikian UKM maupun UMKM di Jombang saat ini masih menghadapi masalah serta tantangan yang kompleks. Permasalahan seperti produk yang kurang memenuhi standart kualitas mutu, kemudian bahan baku dari luar daerah yang cukup mahal, akses pasar yang sulit serta kemungkinan ancaman dari industri besar menjadi masalah yang masih menghantui unit usaha tersebut.


Sebagai solusi yang ditawarkan oleh pemerintah, pemerintah kabupaten Jombang memberikan fasilitas pemasaran produk melalui pasar lelang dan pameran produk secara rutin. Tidak hanya itu pemerintah Jombang juga melaksanakan pembinaan serta survei-survei terhadap pelaku usaha tersebut dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing UKM dan UMKM.

 


Dalam sesi pembahasan kedua yang disampaikan oleh Dr. RD. Djatmiko, M.M, menjelaskan, untuk menjadi pilar pembangunan demokrasi ekonomi, usaha kecil harus menghadapi tantangan dan permasalahan yang besar seperti yang disampaikan oleh Drs. Hasan. Pemerinatah sebagai fasilitator dan regulator perlu mengakomodir dan meminimalisir permasalahan yang dihadapi oleh UKM dan UMKM melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak pada sektor tersebut. Sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah yang sering condong dalam memberatkan sebagian besar usaha kecil saat ini mulai berangsur-angsur ditiadakan, beliau mencontohkan seperti permaslahan dalam tender usaha yang sering kali usaha kecil harus berkompetisi dengan usaha besar sehingga mengancam keberlangsungan usaha kecil tersebut.


Menurut Dr. Djatmiko, kedepan UKM maupun UMKM tantangan terbesarnya adalah standarisasi produk serta akses pasar, kedua hal tersebut akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM dan UKM. Standarisasi produk akan membuat produk-produk yang dihasilkan semakin berkualitas sehingga mampu bersaing dengan produk dengan brand-brand ternama kemudian akses pasar akan memberikan keuntunngan bagi usaha kecil dalam memasarkan barangnya secara luas.

 
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image