FEB UMM Gelar Post-Doctoral Colloquium 2026, Bedah Strategi Ekonomi Berkelanjutan

Colloquium Post Doctoral FEB UMM 2026

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan akademik bergengsi bertajuk Colloquium Post Doctoral di Aula GKB 4 Lantai 9, Kampus 3 UMM, pada Selasa (14/4). Acara ini menjadi momentum penting dalam mendiseminasikan riset tingkat lanjut guna menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Dengan mengangkat tema “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”, forum ini bertujuan memperkuat kontribusi akademik dalam pembangunan berbasis nilai. Dalam sambutannya, Dekan FEB UMM menekankan bahwa model pembangunan saat ini tidak boleh hanya terpaku pada pertumbuhan GDP semata, melainkan harus mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan gagasan Ekonomi Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah, di mana aktivitas ekonomi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial. Acara ini juga melangsungkan seremonial ditandai dengan Launching Book Chapter oleh Wakil Rektor I UMM Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. Buku ini merupakan luaran strategis yang mengintegrasikan pemikiran dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, manajemen, hingga akuntansi dalam bingkai keberlanjutan. Colloquium ini menghadirkan perspektif segar melalui keynote speech dari Arya Kandrasyah, Analis Yunior Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang. Kehadiran perwakilan regulator ini memberikan gambaran riil mengenai kondisi ekonomi terkini bagi sekitar 500 mahasiswa dan dosen yang hadir. Rangkaian diseminasi riset dibagi ke dalam dua sesi utama yang menampilkan enam peneliti post-doctoral FEB UMM dilakukan pada sesi pertama yang dipandu oleh moderator Setyo Wahyu S., menampilkan M. Sri Wahyudi S., Ph.D., Yeyen Pratika, Ph.D., dan Dr. Ida Nuraini, M.Si. yang membedah isu-isu ekonomi pembangunan dan inklusivitas. Dilanjutkan pada sesi kedua yang dipandu oleh Chalimatuz Sa’diyah, menghadirkan Dr. Sri Wahjuni Latifah, Fika Fitriasari, Ph.D., dan Novita Ratna Satiti, Ph.D. yang fokus pada manajemen keuangan dan akuntansi keberlanjutan. Selain sebagai wadah transfer pengetahuan kepada mahasiswa, kegiatan ini diproyeksikan untuk memperkuat jejaring ilmiah antar-peneliti. Output dari kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga dokumentasi ilmiah dan penyempurnaan karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, FEB UMM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pionir dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan umat dan keseimbangan lingkungan.

Perkuat Ekosistem UMKM dan Pendidikan, FEB UMM Jalin Sinergi Strategis dengan KPPU RI

Audiensi dan Diskusi FEB UMM dengan KPPU RI Wilayah IV

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan industri. Pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM Kampus III, jajaran pimpinan fakultas menggelar audiensi strategis bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Kantor Wilayah IV. Diskusi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi kelembagaan serta perlindungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ibu Diah selaku Plt. Kepala Kantor KPPU Wilayah IV, Dekan FEB UMM, M. Sri Wahyudi M., Ph.D, bersama Wakil Dekan II, serta jajaran Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan. Kehadiran para kepala lembaga internal fakultas semakin mempertegas bahwa sinergi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret untuk mentransformasi ekosistem akademik yang lebih adaptif terhadap dinamika hukum bisnis di Indonesia. Transformasi Kurikulum dan Implementasi Tridarma Fokus utama dari audiensi ini adalah penguatan Tridarma Perguruan Tinggi yang lebih integratif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah sinkronisasi kurikulum kewirausahaan. FEB UMM berupaya memastikan bahwa setiap materi pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan standar persaingan usaha yang sehat. Dengan melibatkan KPPU sebagai mitra, kurikulum tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diperkaya dengan perspektif pengawasan dan penegakan hukum persaingan usaha yang berlaku. Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi ini membuka pintu lebar bagi program magang mahasiswa. Melalui akses langsung ke KPPU Wilayah IV, mahasiswa FEB UMM berkesempatan menyelami realitas industri dan memahami bagaimana regulasi bekerja dalam menjaga iklim bisnis yang kompetitif. Hal ini diharapkan dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam berbisnis. Edukasi dan Pengawasan Berbasis Akademisi Tidak berhenti pada tataran internal, sinergi ini juga mencakup sosialisasi masif mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat kepada seluruh sivitas akademika. Melalui program kuliah tamu dan dosen praktisi, para ahli dari KPPU akan turun langsung ke kelas-kelas di FEB UMM untuk memberikan wawasan praktis. Langkah ini dipandang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan. Di sisi lain, peran akademisi FEB UMM akan diperkuat dalam aspek pengawasan penegakan hukum. Sebagai lembaga pendidikan, FEB UMM berperan sebagai mitra kritis yang memberikan masukan berbasis riset kepada KPPU. Kolaborasi ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan pada kajian ilmiah yang mendalam, terutama dalam melindungi pelaku UMKM dari praktik monopoli atau persaingan yang tidak sehat. Membangun Masa Depan UMKM yang Berdaya Saing Melalui audiensi ini, FEB UMM dan KPPU RI Wilayah IV bersepakat bahwa penguatan institusi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan iklim persaingan yang terjaga, inovasi akan terus tumbuh dan ekonomi kerakyatan dapat berkembang lebih pesat. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas negara dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Perkuat Kualitas Riset Dosen, FEB UMM Gelar Bimtek Proposal Pendanaan BIMA 2026

Prof. Dr. Idah Zuhroh memberikan materi BIMTEK proposal penelitian BIMA 2026

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan mutu akademik dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Pendanaan Eksternal BIMA Tahun 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM, dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan fakultas. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang dosen FEB UMM meraih pendanaan eksternal dari Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang dikelola oleh Kemendikbudristek. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diawali dengan sesi pembukaan oleh Wakil Dekan I FEB UMM, Ibu Dr. Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak., CA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran dosen sebagai akademisi untuk terus berkontribusi melalui riset dan pengabdian yang berdaya saing. Suasana semakin antusias setelah Dekan FEB UMM, Bapak M. Sri Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D, memberikan sambutan sekaligus arahan. Beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momen Bimtek ini sebagai bekal berharga dalam menyusun proposal yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi pendanaan BIMA 2026. Sesi inti Bimtek menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai penyusunan proposal penelitian disampaikan oleh Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M, yang mengupas tuntas strategi dan kiat-kiat sukses dalam menembus pendanaan penelitian eksternal. Sementara itu, panduan teknis dan substansi untuk proposal pengabdian kepada masyarakat (PkM) disampaikan oleh pemateri kedua, Bapak M. Wildan Affan, S.E., MSA. Kedua narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai standar mutu, relevansi tema, hingga aspek administratif yang harus dipenuhi agar proposal dosen FEB UMM dapat unggul. Partisipasi aktif dari seluruh dosen FEB UMM sepanjang sesi Bimtek menunjukkan tingginya animo dan kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam skema pendanaan nasional. Melalui Bimtek ini, dosen dibekali pemahaman komprehensif mengenai mekanisme dan kriteria penilaian proposal BIMA, yang merupakan salah satu sumber pendanaan bergengsi di tingkat nasional. Peningkatan jumlah proposal yang diajukan dan diterima melalui skema eksternal BIMA menjadi indikator kunci keberhasilan fakultas dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan. Dekan FEB UMM berharap, dengan dilangsungkannya kegiatan bimbingan teknis ini, target peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dan pengabdian dosen dapat tercapai secara signifikan. Lolosnya proposal dosen dalam pendanaan eksternal BIMA 2026 tidak hanya akan meningkatkan reputasi individual dosen, tetapi juga memperkuat posisi FEB UMM sebagai fakultas unggulan yang berkontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang unggul.

Pakar Ekonomi FEB UMM Bicara Larangan Thrifting: Solusi Cerdas Selamatkan Tekstil Lokal Tanpa ‘Membunuh’ UMKM

M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., yang akrab disapa Yudi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Malang – Wacana pelarangan total impor pakaian bekas (thrifting) kembali memicu perdebatan panas di panggung ekonomi nasional. Kebijakan ini, yang disuarakan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menghadirkan dilema besar: melindungi industri tekstil dalam negeri yang sedang lesu, atau mengorbankan ribuan UMKM dan pedagang kecil yang hidup dari perputaran barang bekas? Di tengah “bola panas” ini, kebijakan yang reaktif dikhawatirkan justru lebih banyak menimbulkan masalah daripada solusi. Menanggapi dilema tersebut, M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., dosen pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan analisis tajam. Yudi, sapaan akrabnya, sepakat dengan tujuan pemerintah untuk membentengi industri lokal dari potensi gelombang PHK. Namun, ia secara tegas mengkritisi metode pelarangan total yang dianggapnya tergesa-gesa dan tidak menyentuh akar masalah. Menurut Yudi, masalahnya jauh lebih kompleks daripada sekadar menyalahkan thrifting. “Konsumen memilih barang bekas impor bukan tanpa alasan. Mereka mencari kualitas yang lebih baik, harga lebih terjangkau, dan model yang lebih fashionable,” jelas Yudi. Ia menegaskan, jika industri tekstil lokal ingin menang, mereka harus mampu bersaing di tiga titik ini. Terlebih, gempuran produk baru impor yang murah dari Tiongkok juga sama derasnya, membuktikan bahwa thrifting bukan satu-satunya biang keladi. Pakar ekonomi UMM ini menyoroti dampak serius jika pelarangan total dipaksakan tanpa persiapan. Ribuan pelaku usaha kecil, dari pedagang pasar hingga penjual online di media sosial, akan kehilangan mata pencaharian mereka secara instan. Ini akan menimbulkan guncangan ekonomi di tingkat mikro. “Kuncinya, industri domestik harus dikuatkan dulu sebelum langsung melarang total,” tegas Dekan FEB UMM tersebut. Alih-alih sekadar melarang, Yudi menawarkan solusi tiga langkah yang lebih komprehensif dan bijak: Penguatan Industri Domestik: Pemerintah harus proaktif memberikan insentif fiskal (seperti subsidi atau potongan pajak) untuk inovasi dan peningkatan kualitas. Akar masalah kenapa UMKM tekstil lokal sulit bersaing harga dan mutu harus diurai tuntas. Pembinaan Pelaku Usaha Thrifting: Jangan dimatikan, tapi dibina. Arahkan mereka untuk beralih ke bisnis kreatif lain, seperti upcycling (daur ulang produk menjadi bernilai lebih tinggi) atau industri daur ulang tekstil yang kini juga sedang tren. Standarisasi Bertahap: Jika harus melarang, lakukan secara terukur. Mulailah dengan menolak 100% impor pakaian bekas yang terbukti membawa zat berbahaya atau tidak layak pakai, sehingga kebijakan lebih solutif dan tidak memukul rata. Yudi mengingatkan bahwa thrifting kini bukan sekadar soal pakaian murah, tapi telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan (sustainability) yang dianut Gen Z. “Pemerintah tidak bisa hanya membatasi pilihan konsumen. Siapkan dulu infrastruktur industrinya, berikan alternatif yang sepadan, dan gempur pasar dengan kampanye ‘Bangga Produk Lokal’ yang efektif,” pungkasnya.

Kenapa Prodi Manajemen FEB UMM Jadi Pilihan Tepat untuk Karier Masa Depan Anda

Prodi Manajemen FEB UMM

Di era persaingan global yang semakin ketat dan dinamis, kemampuan mengelola sumber daya, merancang strategi, dan memimpin tim secara efektif menjadi kunci kesuksesan. Bagi para calon mahasiswa yang sedang menimbang pilihan jurusan, pertanyaan “mengapa harus memilih program studi Manajemen?” sangatlah relevan. Manajemen adalah jantung yang memompa kehidupan ke dalam setiap lini organisasi, baik itu perusahaan multinasional, startup teknologi, lembaga nirlaba, maupun instansi pemerintah. Program Studi (Prodi) Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan tersebut, mencetak generasi pemimpin bisnis masa depan yang adaptif dan berintegritas. Memilih studi Manajemen berarti Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah seni dan ilmu dalam mengelola. Mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan analitis yang tajam, kemampuan problem-solving yang komprehensif, serta pemahaman mendalam tentang pilar-pilar bisnis: mulai dari pemasaran, keuangan, manajemen sumber daya manusia, hingga operasional. Keunggulan fundamental dari ilmu manajemen adalah fleksibilitasnya. Lulusan Manajemen tidak terbatas pada satu sektor; mereka adalah talenta universal yang dibutuhkan di setiap industri untuk memastikan roda organisasi berputar secara efisien dan berkelanjutan. Lantas, apa yang membuat Prodi Manajemen FEB UMM begitu istimewa? Sebagai bagian dari “Kampus Putih” yang bereputasi, Prodi Manajemen FEB UMM telah mengantongi Akreditasi Internasional FIBAA dan Unggul LAMEMBA. Ini adalah jaminan kualitas bahwa proses pembelajaran, kurikulum, dan sumber daya pengajar telah memenuhi standar tertinggi nasional. Kami menawarkan ekosistem akademik yang suportif, di mana kurikulum yang relevan dengan industri (link and match) dipadukan dengan project-based learning dan studi kasus riil. Mahasiswa tidak hanya belajar dari akademisi ahli, tetapi juga dari praktisi berpengalaman yang didatangkan langsung dari dunia industri. Salah satu pertimbangan utama calon mahasiswa adalah prospek karier setelah lulus. Prospek kerja lulusan Manajemen FEB UMM sangat cerah dan terbuka lebar. Alumni kami telah terbukti sukses berkarier dan tersebar di berbagai sektor vital, baik sebagai manajer profesional di perusahaan ternama, konsultan bisnis yang andal, analis pasar, hingga menjadi entrepreneur (wirausahawan) tangguh yang justru menciptakan lapangan kerja baru. Jaringan alumni yang kuat dan reputasi FEB UMM menjadi modal berharga bagi lulusan untuk melangkah pasti di dunia kerja. Pada akhirnya, memilih program studi adalah sebuah investasi krusial untuk masa depan. Memilih Prodi Manajemen FEB UMM adalah langkah strategis untuk membekali diri dengan kompetensi yang tak lekang oleh waktu. Jika Anda adalah pribadi yang dinamis, bercita-cita menjadi pemimpin, dan ingin berkontribusi nyata dalam dunia bisnis, maka kami mengundang Anda untuk bergabung. Mari rancang masa depan karier gemilang Anda bersama Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM.

Gebyar Event Manajemen 2025: Mahasiswa Manajemen UMM Ubah Teori Jadi Aksi Nyata Kelola Acara Profesional

Gebyar Event Manajemen FEB UMM

Malang – Suasana Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berubah meriah pada Sabtu (25/10/2025). Ratusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen FEB UMM terlibat aktif dalam Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025, sebuah ajang praktik akbar yang mengubah ruang kelas menjadi arena manajemen event profesional. Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Manajemen dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMPSM) ini menjadi panggung bagi 570 mahasiswa dari 19 kelas praktikum untuk secara serentak menyelenggarakan berbagai event di berbagai titik kampus. Mulai dari edukasi, olahraga, seni, hingga kuliner, GEM 2025 menjadi bukti nyata komitmen Prodi Manajemen dalam mewujudkan Kurikulum Berdampak yang menekankan pada inovasi dan kolaborasi. GEM 2025 ini merupakan implementasi nyata dari teori keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa, sekaligus memperkuat pengalaman manajerial mereka. Ketua Prodi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., menegaskan bahwa mahasiswa tidak bisa hanya mengenal teori. “Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar berinovasi dan berkolaborasi. Inilah pengalaman manajerial sesungguhnya,” ujarnya. Keterlibatan total mahasiswa Manajemen yang masif ini mencerminkan semangat Laboratorium Manajemen untuk menjadi wadah praktik aplikatif. Kepala Laboratorium Manajemen, Warsono, M.M., berharap mahasiswa mampu mengembangkan soft skill esensial seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim yang akan menjadi modal berharga di dunia kerja. Bagi mahasiswa, praktik lapangan GEM 2025 menawarkan tantangan sekaligus pembelajaran tak ternilai. Nadda Zahara Putri, salah satu peserta, mengungkapkan antusiasmenya. “Selama ini kami belajar teori tentang perencanaan dan pengorganisasian, tapi lewat GEM kami benar-benar mempraktikkannya. Kami belajar bekerja dalam tim, mengelola sumber daya, bahkan mengatasi masalah di lapangan. Seru sekaligus menantang,” tuturnya. Pengalaman langsung dalam menyusun konsep acara, mengelola budget, hingga berinteraksi dengan stakeholder memberikan pemahaman komprehensif yang tidak didapatkan dari perkuliahan biasa. Secara keseluruhan, Gebyar Event Manajemen 2025 sukses menciptakan suasana akademik yang hidup dan dinamis di Kampus UMM. Acara ini membuktikan bahwa mahasiswa Manajemen UMM tidak hanya unggul dalam pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk menjadi pelaku manajemen profesional yang handal. Lebih dari sekadar tugas kuliah, GEM 2025 adalah langkah strategis Prodi Manajemen dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri, menjadi event organizer andal, dan siap memimpin proyek-proyek besar di masa depan.

Jejak Internasional Mahasiswa FEB UMM: Paul Teller, Pengusaha Coklat Yang Mengikuti Pameran Internasional di Bali Interfood Expo 2025

Paul Teller Mahasiswa FEB UMM

Bali – Kancah internasional kembali menjadi saksi atas keunggulan dan semangat wirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Paul Teller, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, sukses memamerkan produk coklat unggulannya, PT. Aagney Cocoa Persada, dalam ajang bergengsi Bali Interfood Expo 2025. Pameran internasional yang mempertemukan 110 peserta dari 17 negara ini menjadi platform strategis bagi Paul untuk mengenalkan brand coklat lokal dengan misi sosial dan lingkungan yang kuat. Partisipasi dalam Bali Interfood Expo 2025 ini bukan sekadar pameran produk, namun juga representasi komitmen Mahasiswa FEB UMM terhadap bisnis yang berkelanjutan. PT. Aagney Cocoa Persada, yang fokus pada produksi coklat, mengambil biji kakao dari petani kecil di Tabanan, Bali. Perusahaan ini secara aktif mengatasi tantangan sosial seperti risiko pekerja anak dan isu lingkungan seperti penggundulan hutan, serta berupaya meningkatkan pendapatan hidup para petani. Langkah ini sejalan dengan nilai-nilai profesionalisme dan etika bisnis yang ditanamkan di Prodi Manajemen FEB UMM. Sebagai produsen coklat yang bertanggung jawab, PT. Aagney Cocoa Persada menjadikan transparansi rantai pasok sebagai prioritas utama. Mereka berkomitmen penuh untuk memperoleh 100% kakao melalui produk lokal yang dapat dilacak hingga ke petani penanam. Kehadiran perusahaan Paul Teller di pameran ini membuktikan bahwa edukasi di FEB UMM telah berhasil mencetak business owner yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tinggi, bahkan mampu bersaing di panggung global. Keikutsertaan Paul Teller bersama 40 UMKM unggulan Indonesia lainnya di Bali Interfood merupakan inspirasi nyata bagi seluruh civitas academica UMM. Diharapkan, pencapaian Paul ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk berani berinovasi dan membawa produk serta ide bisnis mereka ke tingkat internasional. FEB UMM terus mendukung para mahasiswanya menjadi pemimpin bisnis masa depan yang kompeten, profesional, dan beretika.

FEB UMM Sukses Gelar Konferensi Internasional ICoFBEI 2025, Dorong Inovasi Bisnis Berkelanjutan

Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar konferensi internasional bergengsi, International Conference on Future Business Environment and Innovation (ICoFBEI) 2025. Mengangkat tema sentral “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, konferensi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan dan inovasi terkait keberlanjutan bisnis di era digital. Acara yang berlangsung di Kapal Garden Hotel ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum ICoFBEI 2025, Dr. Rizki Febriani, M.M., yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara kunci (keynote speakers) terkemuka dari berbagai negara yang memberikan perspektif mendalam dari bidangnya masing-masing. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Tran Thai Ha Nguyen dari Khon Kaen University, Thailand, yang memaparkan tentang strategi bisnis berkelanjutan di Asia Tenggara. Selanjutnya, Prof. Dr. Widayat, M.M., dari Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, berbagi wawasan tentang inovasi ekonomi lokal di tengah disrupsi digital. Sesi ditutup oleh Dr. Jose Antonio Lopez Castro dari University of Cordoba, Spanyol, yang fokus pada adaptasi bisnis global di era perubahan. Paparan para pembicara ini membuka wawasan baru dan memicu diskusi produktif di antara para peserta. Selain sesi pleno, ICoFBEI 2025 juga mengadakan panel session yang diikuti oleh 46 peserta dari berbagai institusi. Sesi paralel ini menjadi platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Presentasi dibagi dalam dua format, yaitu luring dan daring, untuk menjangkau partisipan secara luas. Presentasi luring diadakan di Laboratorium Manajemen dan Laboratorium Akuntansi FEB UMM, sementara partisipan daring terhubung melalui platform Zoom. Format hybrid ini memastikan partisipasi yang optimal dari seluruh peserta, termasuk dari co-host, Universitas Katolik Widya Mandira. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ICoFBEI 2025 berhasil mencapai tujuannya sebagai forum ilmiah yang berkesinambungan. Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademis internasional FEB UMM, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi. Kesuksesan acara ini menunjukkan komitmen FEB UMM untuk terus menjadi pelopor dalam penyelenggaraan konferensi berskala internasional dan mendorong penelitian berkualitas yang relevan dengan tantangan global saat ini.

Inspiratif! Alumni FEB UMM Raih Beasiswa Unggulan dan Karier di BUMN

Malang – Muhammad Rifqi Fakhar, alumni Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) angkatan 2018, berhasil membuktikan bahwa aktif di organisasi, mengikuti kompetisi, dan keluar dari zona nyaman menjadi kunci sukses meraih impian. Kini, Rifqi melanjutkan studi S2 di Universitas Brawijaya melalui Beasiswa Unggulan 2024 sambil meniti karier di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jika kita tidak merasa tertantang, maka kita tidak akan berkembang,” kata Rifqi, memberikan pesan kuat untuk mahasiswa FEB UMM. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman demi mengembangkan diri, keterampilan, dan jaringan. Langkah Awal: Organisasi dan Magang Sejak semester awal, Rifqi aktif berkontribusi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UMM, khususnya di Biro Media, Komunikasi, dan Informasi (Medkominfo). Di sana, ia belajar kreativitas, editing, serta manajemen konten. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan magang di sebuah production house dan Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM sebagai editor dan kreator konten. “Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa bukan nama besar organisasinya yang penting, tetapi kualitas kontribusi kita di dalamnya,” ungkapnya. Rifqi percaya, pola pikir, jaringan, dan keterampilan yang didapatkan melalui organisasi mampu membuka banyak pintu peluang di masa depan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak takut bergabung di organisasi sejak semester awal. Menurut Rifqi, kampus adalah laboratorium kehidupan tempat mahasiswa belajar jatuh-bangun dan menemukan potensi terbaik diri mereka. Kompetisi sebagai Pintu Menuju Kesuksan Awalnya, Rifqi tidak menjadikan kompetisi sebagai target utama perkuliahan. Namun, keikutsertaannya di berbagai ajang lomba justru menjadi titik balik dalam mengembangkan diri. Ia menyebutkan bahwa kompetisi telah melatihnya berpikir kritis, bekerja dalam tim, menyusun strategi bisnis, hingga meningkatkan kemampuan komunikasi efektif. “Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi proses kompetisi itu sendiri, karena banyak perusahaan saat ini menilai pencapaian non-akademik dalam seleksi karyawan,” tambahnya. Pengalaman kompetisi ternyata menjadi nilai lebih dalam proses seleksi kerja. Rifqi menjelaskan bahwa perusahaan tertarik dengan kandidat yang memiliki kemampuan analisis, kreativitas, dan ketahanan mental (resilience), yang semuanya diperoleh dari kompetisi. Menjadi Bagian dari BUMN Bagi Rifqi, lulus kuliah bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mencapai mimpi-mimpi berikutnya. Menurutnya, gelar sarjana hanyalah tiket awal yang perlu dilengkapi dengan perjuangan ekstra, konsistensi, serta doa untuk meraih sukses karier. Proses mendapatkan posisi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun tidak instan. Rifqi mengakui pernah gagal dalam beberapa seleksi sebelumnya. Namun, ia menjadikan setiap kegagalan sebagai latihan yang membuat dirinya semakin tangguh. “Jangan pernah menyerah karena hasil yang belum sesuai. Yang penting kita maksimal dalam prosesnya. Bangun support system, karena teman seperjuangan menjadi motivasi terbaik untuk terus maju,” pungkas Rifqi. Dengan prestasinya ini, Rifqi menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa FEB UMM bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian dalam menghadapi tantangan akan selalu membuka pintu kesuksesan.

Alumni FEB UMM Berkontribusi dalam Merancang Kebijakan Pembangunan Nasional di Bappenas

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) terus mencatatkan nama alumninya dalam jajaran profesional yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Salah satunya adalah Widya Setya Sari, S.E., lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMM yang kini mengemban amanah sebagai perencana di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Widya Setya Sari mengaku bahwa ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FEB UMM sangat membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Bappenas. Dia menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai pembangunan ekonomi, analisis kebijakan, serta kemampuan berpikir strategis yang telah ditanamkan oleh para dosen di FEB UMM. “Ilmu yang saya dapatkan di FEB UMM menjadi bekal utama dalam pekerjaan saya saat ini. Terutama dalam hal menganalisis kebijakan dan merancang program-program strategis untuk pembangunan nasional,” ujar Widya. Lebih jauh, Widya menyebut FEB UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga institusi yang membentuk karakter dan jejaring sosial yang kuat, sangat membantu dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan. Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. mengapresiasi pencapaian alumninya tersebut. “Kami bangga atas pencapaian Widya Setya Sari di Bappenas. Ini menjadi bukti nyata bahwa FEB UMM mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Idah Zuhroh. Widya berharap FEB UMM terus berkembang dan konsisten dalam mencetak generasi unggul yang akan berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.