FEB UMM Gelar Lokakarya Rekonstruksi Visi dan Misi Program Studi Manajemen

Batu – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar lokakarya Program Studi Manajemen di Samara Hotel and Resort, Batu. Acara yang mengusung tema “Rekonstruksi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi dalam Memperkuat Program Studi yang Berstandar Internasional” ini bertujuan untuk merancang kurikulum yang lebih adaptif serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D., yang dalam sambutannya menyoroti dinamika pendidikan tinggi serta tantangan yang dihadapi dunia akademik di era modern. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan guna memperkuat keunggulan program studi. Dalam paparannya, Muhammad Salis Yuniardi menegaskan bahwa pembaruan kurikulum harus berorientasi pada kebutuhan industri dan perkembangan global. Menurutnya, rekonstruksi kurikulum bukan sekadar menyusun visi, misi, dan analisis SWOT, tetapi juga harus memperhitungkan proyeksi masa depan, jenis pekerjaan yang dibutuhkan, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. “Untuk tetap unggul, universitas harus memiliki keunikan tersendiri. Dalam hal ini, Program Studi Manajemen perlu menitikberatkan pengembangan soft skill sebesar 60% dan hard skill sebesar 40%,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam proses rekrutmen tenaga kerja, perusahaan lebih dulu mempertimbangkan sikap dan keterampilan interpersonal kandidat sebelum mengembangkan kompetensi teknis mereka di dunia kerja. Lebih lanjut, kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada mata kuliah yang diajarkan di kelas, tetapi juga harus mencakup pengalaman belajar di luar kelas serta interaksi yang membentuk karakter mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, dalam upaya memperkuat Pusat Keunggulan (Center of Excellence), pendekatan interdisipliner dinilai sebagai strategi yang lebih efektif. Beberapa bidang studi spesifik seperti Supply Chain Management (SCM) yang menggabungkan manajemen dan teknik industri, serta Human Resource Development (HRD) yang menghubungkan psikologi dan manajemen, dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan jika dikembangkan secara sinergis. Sebagai penutup, Wakil Rektor IV menekankan bahwa revisi kurikulum harus memenuhi dua prinsip utama, yaitu fleksibilitas dan kepercayaan terhadap mahasiswa. “Kurikulum harus fleksibel agar mudah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, kita juga harus percaya bahwa mahasiswa dapat memperoleh kompetensi tidak hanya dari dosen, tetapi juga dari berbagai pengalaman belajar yang tersedia, termasuk melalui Pusat Keunggulan,” pungkasnya. Dengan adanya lokakarya ini, diharapkan Program Studi Manajemen FEB UMM dapat terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional.