Prodi Manajemen FEB UMM Rekonstruksi Kurikulum COE untuk Tingkatkan Kualitas Program

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” pada 8 Februari 2025. Acara yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu, ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas program COE dan memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, M.M., yang menegaskan pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan guna memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., dalam paparannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan COE Batch 3. Ia mengungkapkan bahwa Prodi Manajemen FEB UMM telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri untuk mengembangkan program COE secara lebih optimal. “Dalam dua tahun terakhir, COE telah berjalan dengan baik. Namun, agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, kami mengundang perwakilan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memberikan masukan terkait pengembangan program ini,” ujar Dr. Nurul. Masukan dari industri dinilai sangat penting dalam meningkatkan efektivitas COE, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Sementara itu, Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, menekankan bahwa rekonstruksi kurikulum dilakukan secara rutin setiap empat tahun sekali, dengan peninjauan tahunan untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan industri dan kebutuhan akademik. Ia juga mengapresiasi keberlanjutan program COE yang telah berjalan selama dua tahun dan telah mencapai tahap evaluasi serta umpan balik dari mitra industri dan mahasiswa. “Salah satu tujuan utama COE adalah memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Proses yang telah mereka jalani—mulai dari persiapan sebelum magang, pembekalan oleh praktisi, pelaksanaan magang, hingga penyusunan laporan—diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan dalam mempercepat kelulusan mereka,” jelasnya. Dengan rekonstruksi kurikulum ini, diharapkan COE di Prodi Manajemen FEB UMM semakin matang dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Program ini juga diharapkan terus berkembang sebagai model pembelajaran yang berbasis industri dan kebutuhan riil pasar tenaga kerja.
Presiden Prabowo Tunjuk Eks Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan sebagai Wakil Menteri Diktiristek
Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan susunan menteri dan wakil menteri barunya, termasuk mengangkat Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek). Penunjukan Fauzan didasarkan pada rekam jejaknya yang gemilang di dunia pendidikan tinggi, khususnya keberhasilannya memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu kampus Islam terbaik dunia. Prof. Fauzan dikenal sebagai pemimpin yang inovatif dan berdedikasi tinggi. Selama dua periode menjabat sebagai Rektor UMM (2016–2024), ia berhasil menginisiasi berbagai program unggulan yang membawa perubahan signifikan. Salah satu inisiatifnya yang paling menonjol adalah pengembangan Center of Excellence (CoE) berbasis program studi. Program ini dirancang untuk mempercepat masa studi mahasiswa sambil membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. CoE ini melibatkan kolaborasi erat dengan praktisi industri, memungkinkan mahasiswa untuk mengasah keahlian sesuai minat mereka. Dukungan dari Sivitas Akademika UMM Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menyatakan bahwa penunjukan Prof. Fauzan sebagai Wakil Menteri Diktiristek merupakan penghargaan atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau adalah sosok yang gigih dan sederhana, yang selalu berorientasi pada inovasi dan pengembangan SDM,” ujarnya. Seluruh sivitas akademika UMM turut bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Fauzan. Krisna, salah satu perwakilan UMM, menyampaikan harapannya, “Kami yakin Prof. Fauzan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa perubahan positif dalam sektor pendidikan tinggi di Indonesia.” Komitmen untuk Pendidikan Tinggi Sebagai Wakil Menteri Diktiristek, Prof. Fauzan diharapkan mampu menghadirkan terobosan baru dalam pendidikan tinggi, riset, dan teknologi di Indonesia. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya yang solid, ia memiliki potensi besar untuk memperkuat kebijakan dan strategi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berorientasi pada masa depan. Pengangkatan ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi seorang akademisi dapat berdampak luas, tidak hanya di lingkup universitas tetapi juga pada skala nasional. Sivitas akademika UMM dan masyarakat luas menantikan gebrakan-gebrakan inovatif dari Prof. Fauzan dalam perannya sebagai Wakil Menteri Diktiristek.