Pelepasan Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021: Langkah Awal Menuju Dunia Profesional

Malang – Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar acara pelepasan bagi Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021. Acara yang berlangsung di Laboratorium Akuntansi 2 ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, Kepala dan Sekretaris Laboratorium Akuntansi, serta dosen dan asisten laboratorium angkatan 2022. Sebanyak 15 asisten laboratorium resmi dilepas, menandai akhir masa tugas mereka. Asisten laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa Akuntansi UMM. Mereka membantu jalannya operasional laboratorium, dari perencanaan hingga evaluasi, serta berkontribusi dalam penyampaian materi praktikum bersama dosen instruktur. Seleksi untuk menjadi asisten laboratorium cukup ketat, mencakup tes administrasi, ujian tertulis, micro teaching, hingga wawancara berbasis kompetensi. Kepala Laboratorium Akuntansi, M. Wildan Affan, SE., MSA., menyampaikan bahwa pelepasan asisten kali ini berlangsung lebih cepat dari biasanya. “Masa pengabdian yang awalnya dua tahun dipersingkat menjadi 1,5 tahun karena sebagian besar asisten sudah menyelesaikan studi mereka dalam waktu 3,5 tahun dan akan segera diwisuda,” ujarnya. Percepatan ini memberikan kesempatan bagi lulusan untuk segera memasuki dunia kerja. “Kami berharap hal ini dapat mempercepat masa tunggu kerja lulusan, sekaligus meningkatkan reputasi Program Studi Akuntansi UMM di dunia industri,” tambahnya. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Driana Leniwati, MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA., menyampaikan kebanggaannya terhadap para asisten yang telah menjalankan tugas dengan baik. “Menjadi asisten laboratorium bukanlah hal yang mudah. Ini adalah pengalaman berharga yang bisa menjadi modal utama dalam persaingan dunia kerja,” ungkapnya. Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada para asisten laboratorium atas kontribusi mereka dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. “Keberhasilan proses akademik tidak lepas dari peran kalian. Saya berharap kalian terus membangun kemandirian dan bertekad mencapai kesuksesan,” ujar Prof. Idah. Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan, ucapan selamat dari para dosen, pembacaan doa, dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.  

Soft Skill, Kunci Kualifikasi Lulusan S1 yang Dicari Perusahaan

Batu  – Dalam rangkaian Lokakarya Program Studi Manajemen yang digelar di Samara Hotel and Resort, Batu, Workshop Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menghadirkan Zamanan Azkiy, Manajer Proses PT. Cheil Jedang Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Zamanan menekankan bahwa pengetahuan (knowledge) yang dimiliki lulusan mencerminkan kredibilitas institusi pendidikan. Namun, sikap (attitude) juga memegang peranan penting dalam dunia kerja, karena terbentuk dari lingkungan, keluarga, serta pengalaman sosial yang memengaruhi karakter individu. Menurut Zamanan, kemampuan berpikir kritis dan kreatif dapat diasah melalui studi kasus. Oleh karena itu, kurikulum perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajarkan teori secara teknikal, tetapi juga harus dikaitkan dengan analisis kasus nyata. Mahasiswa perlu dibiasakan mengolah informasi dari berbagai sumber untuk menganalisis suatu masalah secara komprehensif. Sebagai perwakilan dunia industri, Zamanan berharap lulusan S1 memiliki keunggulan dalam soft skill yang memungkinkan mereka mengintegrasikan berbagai fenomena untuk menghasilkan solusi terbaik. “Lulusan tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu membantu perusahaan mencari solusi komprehensif terhadap permasalahan yang ada,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lain. Proses berpikir kreatif melibatkan pemahaman serta identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pencarian ide, dan penyusunan solusi (convergent atau divergent thinking). Untuk melatih keterampilan ini, mahasiswa harus diperbanyak terlibat dalam kegiatan praktik, seperti ikut serta dalam penyelesaian masalah industri, menyusun laporan terkait solusi yang ditawarkan, hingga menganalisis akar permasalahan secara mendalam. Selain itu, mahasiswa perlu aktif berorganisasi di lingkungan kampus agar terbiasa bekerja dalam tim dan mengasah kemampuan problem-solving. Dengan pembiasaan ini, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.

Workshop Penyusunan RPS Berbasis PBL dan PjBL: Upaya Prodi Manajemen FEB UMM Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Workshop Penyusunan RPS Berbasis PBL dan PjBL: Upaya Prodi Manajemen FEB UMM Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

MALANG – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Manajemen 1 ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Dalam workshop ini, para dosen mendapatkan pelatihan intensif tentang penerapan metode PBL yang mendorong kemampuan berpikir kritis melalui penyelesaian masalah nyata. Sementara itu, metode PjBL difokuskan pada pengembangan solusi berbasis proyek, yang mengasah keterampilan praktis mahasiswa dalam menciptakan inovasi terapan. Kegiatan ini diharapkan dapat memacu dosen untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan adaptif. Dengan demikian, lulusan Prodi Manajemen FEB UMM akan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja, dengan kompetensi analisis dan pemecahan masalah yang unggul.