FEB UMM Sukses Gelar Konferensi Internasional ICoFBEI 2025, Dorong Inovasi Bisnis Berkelanjutan

Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar konferensi internasional bergengsi, International Conference on Future Business Environment and Innovation (ICoFBEI) 2025. Mengangkat tema sentral “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, konferensi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan dan inovasi terkait keberlanjutan bisnis di era digital. Acara yang berlangsung di Kapal Garden Hotel ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum ICoFBEI 2025, Dr. Rizki Febriani, M.M., yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara kunci (keynote speakers) terkemuka dari berbagai negara yang memberikan perspektif mendalam dari bidangnya masing-masing. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Tran Thai Ha Nguyen dari Khon Kaen University, Thailand, yang memaparkan tentang strategi bisnis berkelanjutan di Asia Tenggara. Selanjutnya, Prof. Dr. Widayat, M.M., dari Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, berbagi wawasan tentang inovasi ekonomi lokal di tengah disrupsi digital. Sesi ditutup oleh Dr. Jose Antonio Lopez Castro dari University of Cordoba, Spanyol, yang fokus pada adaptasi bisnis global di era perubahan. Paparan para pembicara ini membuka wawasan baru dan memicu diskusi produktif di antara para peserta. Selain sesi pleno, ICoFBEI 2025 juga mengadakan panel session yang diikuti oleh 46 peserta dari berbagai institusi. Sesi paralel ini menjadi platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Presentasi dibagi dalam dua format, yaitu luring dan daring, untuk menjangkau partisipan secara luas. Presentasi luring diadakan di Laboratorium Manajemen dan Laboratorium Akuntansi FEB UMM, sementara partisipan daring terhubung melalui platform Zoom. Format hybrid ini memastikan partisipasi yang optimal dari seluruh peserta, termasuk dari co-host, Universitas Katolik Widya Mandira. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ICoFBEI 2025 berhasil mencapai tujuannya sebagai forum ilmiah yang berkesinambungan. Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademis internasional FEB UMM, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi. Kesuksesan acara ini menunjukkan komitmen FEB UMM untuk terus menjadi pelopor dalam penyelenggaraan konferensi berskala internasional dan mendorong penelitian berkualitas yang relevan dengan tantangan global saat ini.

Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital, dan Kepemimpinan Visioner di Colloquium FEB UMM 2025

Colloquium FEB UMM

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar Colloquium bertajuk “Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital, dan Kepemimpinan Visioner”. Acara yang berlangsung di Basement Dome UMM ini menghadirkan para akademisi dan pakar terkemuka sebagai pembicara utama, menawarkan wawasan strategis yang relevan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Colloquium ini menjadi momen penting yang tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta tetapi juga memberikan ruang diskusi strategis untuk memahami tantangan dan peluang di era revolusi digital. Dengan suasana yang dinamis, peserta dari berbagai latar belakang—termasuk mahasiswa, dosen, dan praktisi bisnis—mengikuti setiap sesi dengan antusias. Paparan Ilmiah dari Para Pakar Acara dibagi dalam dua sesi utama, di mana setiap sesi diisi oleh pembicara dengan keahlian mendalam dalam bidang mereka masing-masing. Sesi Pertama: Dr. Uci Yuliati, M.M. membuka sesi pertama dengan presentasi ilmiah berjudul “Peran Corporate Entrepreneurship dan Knowledge Sharing dalam Meningkatkan Kinerja UKM Batik di Jawa Timur”. Materi ini menyoroti pentingnya kolaborasi dan berbagi pengetahuan dalam mendorong keberhasilan UKM. Dilanjutkan oleh Dr. Titiek Ambarwati, M.M., yang membahas “Peran Kepuasan Kerja Sebagai Mediasi pada Pengaruh Kesejahteraan terhadap Kinerja Karyawan UKM Industri Makanan di Kota Malang”. Paparannya menekankan pentingnya kesejahteraan karyawan dalam meningkatkan produktivitas UKM. Althaf Gauhar El Naqvi, M.M. menutup sesi pertama dengan presentasi tentang “Inovasi Sebagai Gerakan Perubahan”, menyoroti peran inovasi sebagai katalis utama dalam transformasi bisnis. Sesi Kedua: Sesi kedua dimulai dengan paparan dari Dr. Dewi Nurjannah, M.M., diikuti oleh Dr. Erna Retna Rahadjeng, M.M., yang masing-masing membahas “Determinan Literasi Keuangan, Religiusitas, Niat, dan Perilaku Berinvestasi UKM di Kota Malang” serta “Membangun UKM Unggul: Literasi Digital, Inovasi, dan Kepemimpinan yang Visioner”. Kedua pembicara menyoroti pentingnya literasi keuangan dan digital dalam menciptakan UKM yang berdaya saing. Sebagai penutup, Prof. Dr. Heru Pratikto, M.Si., menyampaikan pemaparan inspiratif tentang pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi tantangan era transformasi digital. Diskusi Interaktif dan Kolaboratif Setiap sesi diwarnai dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Tanya jawab berlangsung hangat, dengan pertanyaan kritis dan reflektif yang memperkaya dialog. Ide-ide segar yang muncul selama sesi menegaskan relevansi dan urgensi topik yang diangkat, sekaligus memberikan solusi aplikatif bagi tantangan yang dihadapi UKM. Komitmen FEB UMM untuk Kemajuan UKM Colloquium ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UMM dalam mendukung transformasi UKM melalui pendidikan dan riset yang aplikatif. Acara ini bukan hanya sekadar agenda akademik, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan praktik bisnis. Dengan menghadirkan pakar yang kompeten, FEB UMM berhasil menciptakan ruang kolaborasi yang mendorong inovasi dan perubahan positif. Dekan FEB UMM menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menginspirasi pelaku UKM untuk terus beradaptasi dan berkembang di tengah disrupsi digital. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi akan membawa UKM Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan kompetitif,” ungkapnya. Dengan suasana penuh semangat dan kolaborasi, Colloquium ini berhasil merangkum ide, inovasi, dan strategi yang visioner. Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui kontribusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.