Perkuat Kualitas Riset Dosen, FEB UMM Gelar Bimtek Proposal Pendanaan BIMA 2026

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan mutu akademik dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Pendanaan Eksternal BIMA Tahun 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM, dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan fakultas. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang dosen FEB UMM meraih pendanaan eksternal dari Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang dikelola oleh Kemendikbudristek. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diawali dengan sesi pembukaan oleh Wakil Dekan I FEB UMM, Ibu Dr. Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak., CA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran dosen sebagai akademisi untuk terus berkontribusi melalui riset dan pengabdian yang berdaya saing. Suasana semakin antusias setelah Dekan FEB UMM, Bapak M. Sri Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D, memberikan sambutan sekaligus arahan. Beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momen Bimtek ini sebagai bekal berharga dalam menyusun proposal yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi pendanaan BIMA 2026. Sesi inti Bimtek menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai penyusunan proposal penelitian disampaikan oleh Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M, yang mengupas tuntas strategi dan kiat-kiat sukses dalam menembus pendanaan penelitian eksternal. Sementara itu, panduan teknis dan substansi untuk proposal pengabdian kepada masyarakat (PkM) disampaikan oleh pemateri kedua, Bapak M. Wildan Affan, S.E., MSA. Kedua narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai standar mutu, relevansi tema, hingga aspek administratif yang harus dipenuhi agar proposal dosen FEB UMM dapat unggul. Partisipasi aktif dari seluruh dosen FEB UMM sepanjang sesi Bimtek menunjukkan tingginya animo dan kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam skema pendanaan nasional. Melalui Bimtek ini, dosen dibekali pemahaman komprehensif mengenai mekanisme dan kriteria penilaian proposal BIMA, yang merupakan salah satu sumber pendanaan bergengsi di tingkat nasional. Peningkatan jumlah proposal yang diajukan dan diterima melalui skema eksternal BIMA menjadi indikator kunci keberhasilan fakultas dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan. Dekan FEB UMM berharap, dengan dilangsungkannya kegiatan bimbingan teknis ini, target peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dan pengabdian dosen dapat tercapai secara signifikan. Lolosnya proposal dosen dalam pendanaan eksternal BIMA 2026 tidak hanya akan meningkatkan reputasi individual dosen, tetapi juga memperkuat posisi FEB UMM sebagai fakultas unggulan yang berkontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang unggul.
FEB UMM Sukses Gelar Konferensi Internasional ICoFBEI 2025, Dorong Inovasi Bisnis Berkelanjutan
Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar konferensi internasional bergengsi, International Conference on Future Business Environment and Innovation (ICoFBEI) 2025. Mengangkat tema sentral “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, konferensi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan dan inovasi terkait keberlanjutan bisnis di era digital. Acara yang berlangsung di Kapal Garden Hotel ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum ICoFBEI 2025, Dr. Rizki Febriani, M.M., yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara kunci (keynote speakers) terkemuka dari berbagai negara yang memberikan perspektif mendalam dari bidangnya masing-masing. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Tran Thai Ha Nguyen dari Khon Kaen University, Thailand, yang memaparkan tentang strategi bisnis berkelanjutan di Asia Tenggara. Selanjutnya, Prof. Dr. Widayat, M.M., dari Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, berbagi wawasan tentang inovasi ekonomi lokal di tengah disrupsi digital. Sesi ditutup oleh Dr. Jose Antonio Lopez Castro dari University of Cordoba, Spanyol, yang fokus pada adaptasi bisnis global di era perubahan. Paparan para pembicara ini membuka wawasan baru dan memicu diskusi produktif di antara para peserta. Selain sesi pleno, ICoFBEI 2025 juga mengadakan panel session yang diikuti oleh 46 peserta dari berbagai institusi. Sesi paralel ini menjadi platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Presentasi dibagi dalam dua format, yaitu luring dan daring, untuk menjangkau partisipan secara luas. Presentasi luring diadakan di Laboratorium Manajemen dan Laboratorium Akuntansi FEB UMM, sementara partisipan daring terhubung melalui platform Zoom. Format hybrid ini memastikan partisipasi yang optimal dari seluruh peserta, termasuk dari co-host, Universitas Katolik Widya Mandira. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ICoFBEI 2025 berhasil mencapai tujuannya sebagai forum ilmiah yang berkesinambungan. Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademis internasional FEB UMM, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi. Kesuksesan acara ini menunjukkan komitmen FEB UMM untuk terus menjadi pelopor dalam penyelenggaraan konferensi berskala internasional dan mendorong penelitian berkualitas yang relevan dengan tantangan global saat ini.
Pengayaan Proposal Penelitian DRTPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM: Tingkatkan Kapasitas Penelitian Dosen

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar kegiatan bertajuk “Pengayaan Proposal Penelitian Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) 2025” pada Sabtu (18/1). Acara ini berlangsung di Ruang Sidang FEB UMM mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, dengan dihadiri oleh seluruh dosen FEB UMM. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., yang menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas proposal penelitian guna mendukung daya saing institusi. Acara dipandu oleh Prof. Dr. Widayat, M.M., selaku Wakil Dekan I FEB UMM, yang juga bertindak sebagai moderator. Pada sesi pertama, narasumber utama, Prof. Dr. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si., memberikan pemaparan mengenai teknik penulisan proposal penelitian. Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah strategis dalam menyusun proposal, mulai dari perancangan latar belakang penelitian, rumusan masalah, pendekatan solusi, state of the art, hingga pembuatan roadmap penelitian. Sesi kedua dilanjutkan oleh Ni’matuzahroh, S.Psi., M.Si., Ph.D., yang membahas kiat-kiat agar proposal penelitian dapat lolos seleksi dan memperoleh pendanaan hibah dari sumber eksternal. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memahami standar dan prioritas penelitian nasional serta global, sekaligus mendorong dosen untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Meningkatkan Kapasitas Penelitian dan Kolaborasi Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen FEB UMM dalam menghasilkan proposal berkualitas sesuai standar DRTPM. Selain itu, acara ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kolaboratif lintas disiplin, sehingga mampu menciptakan penelitian yang lebih inovatif. “Melalui bimbingan langsung dari para pakar, diharapkan para dosen dapat mengidentifikasi strategi terbaik dalam memanfaatkan sumber daya penelitian yang ada, meningkatkan keterampilan teknis, serta memahami tren prioritas penelitian di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Idah Zuhroh dalam sambutannya. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang interaktif selama sesi berlangsung. Para dosen mendapatkan wawasan baru terkait strategi pengembangan ide penelitian, sekaligus membangun jejaring untuk kolaborasi lebih lanjut. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk mencetak proposal-proposal penelitian yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat dan dunia akademik.
FEB UMM Gelar Colloquium, Dorong Transformasi dan Pertumbuhan UKM di Era Digital

Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), menggelar colloquium bertema “Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital, dan Kepemimpinan Visioner” pada 4 Januari 2025. Acara ini menghadirkan sejumlah pemateri ahli yang memberikan wawasan strategis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tengah persaingan global. Salah satu pemateri, Dr. Uci Yuliati, MM., menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi UKM. Ia menjelaskan bahwa inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan penguasaan literasi digital merupakan fondasi utama untuk mendukung perkembangan UKM di era modern. “UKM harus memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mengembangkan bisnis. Dengan inovasi yang relevan dan penguasaan literasi digital, pertumbuhan UKM dapat lebih masif,” ungkap Dr. Uci. Ia juga menyoroti peran dunia akademik dalam memberikan arahan dan pelatihan bagi UKM agar mampu beradaptasi dengan teknologi. Sementara itu, pemerintah diharapkan mendukung dengan program-program strategis yang relevan untuk mempercepat perkembangan sektor ini. Tantangan dan Solusi Transformasi UKM Colloquium ini tak hanya membahas peluang tetapi juga tantangan yang dihadapi UKM di era digital. Transformasi UKM berbasis inovasi, literasi digital, dan kepemimpinan visioner dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing di pasar global. FEB UMM berharap acara ini memberikan panduan praktis bagi pelaku UKM dalam mengatasi hambatan serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Titiek Ambarwati, MM., menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan pemilik usaha. Menurutnya, keberanian mengambil risiko dan komitmen untuk terus belajar adalah elemen penting dalam menghadapi perubahan. “Inovasi dan program saja tidak cukup. Pemilik UKM juga harus mampu mengelola dan menciptakan sumber daya manusia yang cakap untuk mendukung inovasi berkelanjutan,” jelasnya. Kepemimpinan Visioner sebagai Kunci Hal senada disampaikan Althaf Guhar El Naqvi, MM., yang menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dalam mengakselerasi pertumbuhan UKM. Menurutnya, pemimpin UKM harus memiliki visi yang jelas, kemampuan menginspirasi tim, serta keberanian untuk menghadapi tantangan masa depan. “Generasi muda perlu dibekali pendidikan yang mendorong kreativitas agar mampu menjadi pelaku bisnis yang inovatif. Tanpa kreativitas dan keberanian, sulit bagi UKM bertahan di era digital ini,” tegasnya. Komitmen FEB UMM untuk UKM FEB UMM melalui program-program riset, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UKM secara berkelanjutan. Colloquium ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UKM sekaligus kontribusi pada perekonomian nasional. Dengan ekosistem yang didukung inovasi, literasi digital, dan kepemimpinan visioner, UKM Indonesia diharapkan mampu tumbuh lebih pesat dan kompetitif di kancah global.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM Siapkan Semester Ganjil 2024/2025 Lewat Koordinasi Perkuliahan

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan koordinasi perkuliahan untuk menyongsong semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Acara ini berlangsung pada Jumat, 9 Agustus 2024, di Ruang Sidang FEB, dipimpin langsung oleh Dekan FEB, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan dihadiri oleh seluruh dosen di lingkungan FEB. Dalam koordinasi tersebut, Prof. Dr. Widayat, M.M. menyampaikan sejumlah poin strategis. Fokus utama mencakup perhatian pada jumlah mahasiswa baru, termasuk mahasiswa asing, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran dan tingkat kelulusan. Selain itu, riset dan pengabdian dosen menjadi prioritas dengan menitikberatkan pada standar mutu penelitian, kolaborasi dengan mitra, serta partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Dosen FEB juga diarahkan untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terstandar, meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, dan mengoptimalkan penggunaan media perkuliahan yang efektif. Internasionalisasi menjadi agenda penting melalui pembukaan kelas internasional, program staff mobility, dan student mobility. Tata kelola yang berlandaskan pedoman mode of conduct FEB juga ditegaskan untuk menjaga standar operasional yang baik. Dekan FEB menekankan pentingnya peningkatan kinerja dosen, termasuk pencapaian luaran publikasi yang berkualitas dan peningkatan skor SINTA, tanpa mengabaikan etika akademik. Semua upaya ini ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi FEB UMM di kancah nasional maupun internasional. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh civitas akademika FEB UMM dalam menghadapi semester baru dengan komitmen tinggi terhadap kualitas pendidikan dan keberlanjutan prestasi.
Mahasiswa FEB UMM Raih Prestasi Nasional dengan Inovasi Bumbu Penyedap Ebita

MALANG – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi nasional melalui inovasi produk bumbu penyedap berbasis kulit udang vaname, bernama Ebita. Inovasi ini meraih juara ketiga dalam kategori kuliner kemasan di ajang Muhammadiyah Center For Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Entrepreneurship Bootcamp, yang berlangsung pada 27-28 Juli 2024 di Goa Kreo, Waduk Jatibarang, Jawa Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Semarang. Tim yang terdiri dari Rezatullah dan Muhammad Rafi Putra Zulkarnain menghadirkan Ebita sebagai solusi inovatif untuk memanfaatkan kulit udang vaname, yang biasanya terbuang. Proses produksi dilakukan secara alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya, menjadikannya bumbu penyedap rasa yang sehat, halal, dan ramah lingkungan. “Nama Ebita berasal dari kata ‘Ebi’, yang berarti udang, dan ‘Ta’, yang diambil dari bahasa Malangan. Kami ingin memberikan solusi inovatif untuk memanfaatkan limbah kulit udang menjadi produk yang bernilai tinggi,” ujar Rezatullah. Sebelum keberhasilan di ajang MCEBI, Ebita juga meraih juara dua nasional dalam kompetisi Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Saudagar Dahlan Muda di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, pada kategori produksi dan budidaya. Inovasi ini membuktikan kemampuan mahasiswa EP UMM dalam mengembangkan produk berbasis keberlanjutan yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan dan lingkungan. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi FEB UMM sebagai institusi yang mendorong kewirausahaan kreatif dan berkelanjutan.
Dosen dan Mahasiswa Akuntansi FEB UMM Raih Best Paper di KRA XI 2024
SURABAYA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil meraih predikat Best Paper dalam ajang International Conference KRA XI 2024, yang digelar di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 17-18 Juli 2024. Dari total 278 paper yang disubmit, hanya 20 yang berhasil terpilih sebagai Best Paper, dan salah satunya merupakan karya dari tim Akuntansi FEB UMM. Tim ini diketuai oleh Machbubah Azalia dengan anggota Dr. Driana Leniwati, S.E., M.S.A., Ak., CA., CSRS., CSRA; Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA; Drs. Ahmad Waluya Jati, M.M., CRP, PIA; Muhammad Wildan Affan, S.E., M.S.A; serta Fahmi Dwi Mawardi, S.E., M.S.A., CSRS. Paper mereka yang berjudul “Memaknai Crypto Currency dari Perspektif Syariah di Kalangan Generasi Milenial” berhasil menarik perhatian para juri. Topik yang diangkat menyoroti fenomena cryptocurrency dari sudut pandang syariah, khususnya di kalangan generasi milenial. Ketua tim, Machbubah Azalia, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Meraih Best Paper di konferensi bergengsi ini adalah sebuah kehormatan besar. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dalam memahami cryptocurrency dari perspektif syariah,” ujarnya. Tak hanya membawa pulang penghargaan Best Paper, UMM juga mendapat apresiasi sebagai universitas dengan jumlah paper terbanyak yang disubmit dalam konferensi tersebut. Sebanyak 27 paper yang dikirimkan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Akuntansi FEB UMM turut memperkuat kehadiran UMM di ajang internasional ini. Prestasi ini menegaskan komitmen UMM dalam mendukung riset dan inovasi, sekaligus memperkuat posisi FEB UMM sebagai salah satu fakultas terkemuka di Indonesia yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi global.