Lokakarya Rekonstruksi Kurikulum COE Prodi Manajemen FEB UMM Hadirkan Praktisi Industri

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” di Samara Hotel and Resort, Batu. Acara ini dihadiri oleh praktisi dari berbagai sektor industri yang tergabung dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai upaya memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Sekretaris Prodi Manajemen FEB UMM, Dr. Iqbal Robbie, M.M., menjelaskan bahwa program COE di Prodi Manajemen terbagi dalam dua bidang utama, yakni Tourism and Hospitality serta Supply Chain Management. Sejak peluncurannya, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada Batch 1, sebanyak 95% peserta lulus tepat waktu di semester 7, sementara pada Batch 2 mencapai 50%. Tahun ini, sebanyak 30 mahasiswa telah terpilih untuk mengikuti Batch 3. Sebagai bagian dari evaluasi, beberapa perwakilan industri memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman mereka dalam membimbing mahasiswa magang COE. Titik S. Ariyanto (Manajer JTP Group) menyoroti pentingnya pembekalan lebih mendalam sebelum mahasiswa memulai magang. Ia mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, mahasiswa sering dihadapkan pada situasi kepemimpinan yang menuntut mereka untuk mengambil keputusan secara mandiri. Sebagai contoh, pada Batch 2, mahasiswa COE diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola acara Dino Night Run di Jatim Park. Sementara itu, Sugitho Adi (GM Grand Mercure Mirama Malang dan Surabaya) membandingkan performa mahasiswa antara Batch 1 dan Batch 2. Menurutnya, mahasiswa Batch 1 lebih unggul dalam kesiapan kerja. Ia pun mengusulkan kolaborasi lebih erat dengan mitra industri guna memperbaiki struktur pelatihan untuk Batch 3. Yanuar Arifin (GM Rayz UMM) memberikan masukan terkait sistem laporan harian yang diterapkan dalam program magang. Ia menyarankan agar teori kelas dikurangi atau digantikan dengan metode pembelajaran yang lebih praktis guna mengoptimalkan durasi magang yang hanya berlangsung selama tiga bulan. Dari sektor perhotelan lainnya, Teguh Hadi Sautro (Kapal Garden dan Dormy Hostel) menekankan bahwa program COE memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun industri, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. Dari bidang Supply Chain Management, Agung (PT. Loka Fiber) menyampaikan bahwa program COE telah menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa mahasiswa Batch 1 telah direkrut di perusahaannya. Ia juga menekankan perlunya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait ekspor dan strategi pemasaran global. Senada dengan itu, Dwi (PT. IDAKU – Retail and Baking Supplier) berbagi pengalamannya mengenai adaptasi mahasiswa selama magang. Ia menjelaskan bahwa pada bulan pertama dan kedua, mahasiswa sering mengalami kesulitan saat harus beradaptasi dengan bidang baru, tetapi pada bulan ketiga mereka mulai lebih nyaman. Dari PT. Berdikari Meubel Nusantara, pihak industri mengusulkan agar kurikulum COE mencakup lebih banyak materi terkait market analysis, inventory planning, serta penguatan soft skill seperti komunikasi dan adaptabilitas. Heri (HRD PT. Bumi Pandaan Plastik) mengapresiasi keterlibatan mahasiswa magang dalam berbagai aspek operasional, termasuk perancangan sistem yang akhirnya diterapkan dalam perusahaan. Sementara itu, Wahyu (HRD PT. Berkat Ganda Sentosa) menambahkan bahwa mahasiswa magang sebaiknya diberi tugas yang lebih terstruktur agar mampu menganalisis proses bisnis secara lebih mendalam. Lokakarya ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Manajemen FEB UMM untuk terus menyempurnakan kurikulum COE agar semakin relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi erat dengan mitra DUDI, program ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja.