Prof. Muhadjir Effendy Dilantik Sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji

Prof. Muhadjir Effendy Dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji

Malang – Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2010–2016, resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Urusan Haji dalam Kabinet Merah Putih 2024–2029. Penunjukan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola haji di tengah meningkatnya jumlah jemaah dan tantangan global yang semakin kompleks. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya posisi Prof. Muhadjir dalam meningkatkan manajemen dan koordinasi penyelenggaraan ibadah haji. “Prof. Muhadjir memiliki pengalaman luas di bidang pemerintahan, pendidikan, dan isu-isu keagamaan. Kami yakin beliau dapat memberikan masukan strategis untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia,” ujar Presiden. Rekam Jejak dan Komitmen Prof. Muhadjir Prof. Muhadjir memiliki rekam jejak gemilang, baik di dunia pendidikan maupun pemerintahan. Selain pernah menjabat sebagai Rektor UMM, ia juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Pengalamannya yang luas menjadi bekal kuat dalam menjalankan tugas barunya. Usai dilantik, Prof. Muhadjir menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah ini. “Ibadah haji adalah kewajiban suci umat Muslim yang harus dikelola dengan serius. Saya akan berupaya memberikan yang terbaik untuk mendukung pemerintah menyusun kebijakan yang tepat dan memastikan kelancaran pelaksanaannya,” ujarnya. Fokus pada Modernisasi dan Pelayanan Jemaah Sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji, Prof. Muhadjir akan berfokus pada berbagai tantangan yang ada, termasuk pengelolaan kuota haji, peningkatan transportasi, dan pelayanan kesehatan bagi jemaah. Selain itu, ia juga diharapkan mendorong modernisasi sistem pelayanan haji, sehingga mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh jemaah. Pelantikan Prof. Muhadjir mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama umat Muslim di Indonesia. Banyak pihak berharap langkah ini dapat membawa perubahan signifikan dalam tata kelola haji, menjadikannya lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan jemaah. Komitmen Kabinet Merah Putih 2024–2029 Kabinet Merah Putih yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk penyelenggaraan ibadah haji. Penunjukan Prof. Muhadjir sebagai Penasihat Khusus Presiden menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat Muslim di Indonesia.