Inspiratif! Alumni FEB UMM Raih Beasiswa Unggulan dan Karier di BUMN
Malang – Muhammad Rifqi Fakhar, alumni Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) angkatan 2018, berhasil membuktikan bahwa aktif di organisasi, mengikuti kompetisi, dan keluar dari zona nyaman menjadi kunci sukses meraih impian. Kini, Rifqi melanjutkan studi S2 di Universitas Brawijaya melalui Beasiswa Unggulan 2024 sambil meniti karier di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jika kita tidak merasa tertantang, maka kita tidak akan berkembang,” kata Rifqi, memberikan pesan kuat untuk mahasiswa FEB UMM. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman demi mengembangkan diri, keterampilan, dan jaringan. Langkah Awal: Organisasi dan Magang Sejak semester awal, Rifqi aktif berkontribusi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UMM, khususnya di Biro Media, Komunikasi, dan Informasi (Medkominfo). Di sana, ia belajar kreativitas, editing, serta manajemen konten. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan magang di sebuah production house dan Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM sebagai editor dan kreator konten. “Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa bukan nama besar organisasinya yang penting, tetapi kualitas kontribusi kita di dalamnya,” ungkapnya. Rifqi percaya, pola pikir, jaringan, dan keterampilan yang didapatkan melalui organisasi mampu membuka banyak pintu peluang di masa depan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak takut bergabung di organisasi sejak semester awal. Menurut Rifqi, kampus adalah laboratorium kehidupan tempat mahasiswa belajar jatuh-bangun dan menemukan potensi terbaik diri mereka. Kompetisi sebagai Pintu Menuju Kesuksan Awalnya, Rifqi tidak menjadikan kompetisi sebagai target utama perkuliahan. Namun, keikutsertaannya di berbagai ajang lomba justru menjadi titik balik dalam mengembangkan diri. Ia menyebutkan bahwa kompetisi telah melatihnya berpikir kritis, bekerja dalam tim, menyusun strategi bisnis, hingga meningkatkan kemampuan komunikasi efektif. “Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi proses kompetisi itu sendiri, karena banyak perusahaan saat ini menilai pencapaian non-akademik dalam seleksi karyawan,” tambahnya. Pengalaman kompetisi ternyata menjadi nilai lebih dalam proses seleksi kerja. Rifqi menjelaskan bahwa perusahaan tertarik dengan kandidat yang memiliki kemampuan analisis, kreativitas, dan ketahanan mental (resilience), yang semuanya diperoleh dari kompetisi. Menjadi Bagian dari BUMN Bagi Rifqi, lulus kuliah bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mencapai mimpi-mimpi berikutnya. Menurutnya, gelar sarjana hanyalah tiket awal yang perlu dilengkapi dengan perjuangan ekstra, konsistensi, serta doa untuk meraih sukses karier. Proses mendapatkan posisi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun tidak instan. Rifqi mengakui pernah gagal dalam beberapa seleksi sebelumnya. Namun, ia menjadikan setiap kegagalan sebagai latihan yang membuat dirinya semakin tangguh. “Jangan pernah menyerah karena hasil yang belum sesuai. Yang penting kita maksimal dalam prosesnya. Bangun support system, karena teman seperjuangan menjadi motivasi terbaik untuk terus maju,” pungkas Rifqi. Dengan prestasinya ini, Rifqi menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa FEB UMM bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian dalam menghadapi tantangan akan selalu membuka pintu kesuksesan.