FEB UMM Sambut Kunjungan Edukatif SMA Muhammadiyah 9 Lamongan

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan istimewa dari SMA Muhammadiyah 9 Lamongan pada Kamis, 24 Oktober 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 lantai 9, Kampus III UMM, Jalan Raya Tlogomas 246, Malang. Kunjungan ini merupakan bagian dari program edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan siswa pada dunia perguruan tinggi. FEB UMM memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang kehidupan akademik, fasilitas kampus, dan peluang studi lanjutan yang tersedia di UMM. Mengenalkan Dunia Kampus kepada Generasi Muda Dalam agenda kunjungan, para siswa diperkenalkan dengan berbagai program studi, fasilitas unggulan, serta suasana belajar di UMM yang interaktif dan inovatif. FEB UMM berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun universitas lainnya. “Kami ingin para siswa mendapatkan gambaran langsung tentang pengalaman belajar di UMM dan terinspirasi untuk meraih pendidikan tinggi,” ujar salah satu perwakilan FEB UMM. Kepala SMA Muhammadiyah 9 Lamongan, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pihak UMM. Menurutnya, kunjungan ini memberikan peluang berharga bagi siswa untuk memahami lebih dalam tentang pilihan studi setelah lulus sekolah. “Kegiatan ini sangat membantu siswa kami dalam menentukan arah pendidikan mereka di masa depan. Semoga ini menjadi motivasi untuk mencapai cita-cita mereka,” ungkapnya. Mempererat Kolaborasi Pendidikan Kunjungan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi. UMM berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan berkualitas melalui berbagai program kolaboratif. “Hubungan yang baik antara SMA Muhammadiyah dan UMM menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang unggul,” tambah perwakilan FEB UMM. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen UMM dalam mendukung pendidikan generasi muda Indonesia. Melalui program seperti ini, FEB UMM berharap dapat menjadi jembatan bagi siswa-siswi untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya di dunia pendidikan tinggi.
Prodi Manajemen FEB UMM dan APSMA PTMA Gelar Workshop CPL dan Benchmarking Menuju Internasionalisasi

MALANG – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) bekerja sama dengan Asosiasi Program Studi Manajemen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APSMA PTMA) menggelar Workshop Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Benchmarking Internasional. Kegiatan yang berlangsung di Hall Rayz UMM selama dua hari ini dihadiri lebih dari 25 perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Meningkatkan Kualitas Kurikulum Berbasis OBE Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T., membuka acara dengan menegaskan pentingnya CPL sebagai indikator keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada keterampilan, sikap, nilai, dan etika. “CPL menjadi gambaran nyata dari proses pendidikan yang mampu membentuk lulusan dengan keterampilan praktis, kesiapan kerja, dan tanggung jawab sosial,” ujar Dr. Subeki. Acara ini diprakarsai oleh Dr. Nurul Asfiah, M.M., Ketua APSMA sekaligus Kaprodi Manajemen FEB UMM. Workshop menghadirkan tiga narasumber terkemuka: Prof. Dr. M. Syaifuddin, M.M. (Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM) Sri Gunawan, DBA (Ketua Forum Manajemen Indonesia) Dr. Naelawati Tubastuvi, M.Si. (Asesor LAMEMBA dan Dekan FEB UMP) Pemateri dan Gagasan Utama Dalam sesi pertama, Prof. Dr. M. Syaifuddin menjelaskan pentingnya merancang CPL yang relevan dengan visi dan misi program studi. Beliau menekankan bahwa CPL harus mencakup unsur keterampilan, sikap, nilai, dan etika, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja. “CPL yang baik mampu mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan global dan bertanggung jawab secara profesional,” jelasnya. Pada sesi kedua, Sri Gunawan, DBA, membahas kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap tantangan global, seperti Society 5.0, dengan memperkuat keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kompetensi global. “Untuk mencapai pengakuan internasional, kita harus mengacu pada praktik terbaik dari universitas luar negeri,” ujar Sri Gunawan. Sesi terakhir yang dibawakan oleh Dr. Naelawati Tubastuvi, M.Si., berfokus pada pengajuan akreditasi unggul LAMEMBA. Ia memberikan wawasan terkait proses akreditasi dan menjawab pertanyaan dari peserta yang antusias berbagi pengalaman dan tantangan selama pengajuan akreditasi. Langkah Menuju Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul Workshop ini diharapkan mampu membantu program studi manajemen di PTMA merumuskan CPL berbasis OBE yang adaptif terhadap kebutuhan global, sekaligus mempersiapkan diri untuk mencapai dan mempertahankan akreditasi unggul dari LAMEMBA.