Perkuat Ekosistem UMKM dan Pendidikan, FEB UMM Jalin Sinergi Strategis dengan KPPU RI

Audiensi dan Diskusi FEB UMM dengan KPPU RI Wilayah IV

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan industri. Pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM Kampus III, jajaran pimpinan fakultas menggelar audiensi strategis bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Kantor Wilayah IV. Diskusi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi kelembagaan serta perlindungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ibu Diah selaku Plt. Kepala Kantor KPPU Wilayah IV, Dekan FEB UMM, M. Sri Wahyudi M., Ph.D, bersama Wakil Dekan II, serta jajaran Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan. Kehadiran para kepala lembaga internal fakultas semakin mempertegas bahwa sinergi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret untuk mentransformasi ekosistem akademik yang lebih adaptif terhadap dinamika hukum bisnis di Indonesia. Transformasi Kurikulum dan Implementasi Tridarma Fokus utama dari audiensi ini adalah penguatan Tridarma Perguruan Tinggi yang lebih integratif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah sinkronisasi kurikulum kewirausahaan. FEB UMM berupaya memastikan bahwa setiap materi pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan standar persaingan usaha yang sehat. Dengan melibatkan KPPU sebagai mitra, kurikulum tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diperkaya dengan perspektif pengawasan dan penegakan hukum persaingan usaha yang berlaku. Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi ini membuka pintu lebar bagi program magang mahasiswa. Melalui akses langsung ke KPPU Wilayah IV, mahasiswa FEB UMM berkesempatan menyelami realitas industri dan memahami bagaimana regulasi bekerja dalam menjaga iklim bisnis yang kompetitif. Hal ini diharapkan dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam berbisnis. Edukasi dan Pengawasan Berbasis Akademisi Tidak berhenti pada tataran internal, sinergi ini juga mencakup sosialisasi masif mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat kepada seluruh sivitas akademika. Melalui program kuliah tamu dan dosen praktisi, para ahli dari KPPU akan turun langsung ke kelas-kelas di FEB UMM untuk memberikan wawasan praktis. Langkah ini dipandang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan. Di sisi lain, peran akademisi FEB UMM akan diperkuat dalam aspek pengawasan penegakan hukum. Sebagai lembaga pendidikan, FEB UMM berperan sebagai mitra kritis yang memberikan masukan berbasis riset kepada KPPU. Kolaborasi ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan pada kajian ilmiah yang mendalam, terutama dalam melindungi pelaku UMKM dari praktik monopoli atau persaingan yang tidak sehat. Membangun Masa Depan UMKM yang Berdaya Saing Melalui audiensi ini, FEB UMM dan KPPU RI Wilayah IV bersepakat bahwa penguatan institusi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan iklim persaingan yang terjaga, inovasi akan terus tumbuh dan ekonomi kerakyatan dapat berkembang lebih pesat. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas negara dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Perkuat Kualitas Riset Dosen, FEB UMM Gelar Bimtek Proposal Pendanaan BIMA 2026

Prof. Dr. Idah Zuhroh memberikan materi BIMTEK proposal penelitian BIMA 2026

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan mutu akademik dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Pendanaan Eksternal BIMA Tahun 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM, dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan fakultas. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang dosen FEB UMM meraih pendanaan eksternal dari Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang dikelola oleh Kemendikbudristek. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diawali dengan sesi pembukaan oleh Wakil Dekan I FEB UMM, Ibu Dr. Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak., CA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran dosen sebagai akademisi untuk terus berkontribusi melalui riset dan pengabdian yang berdaya saing. Suasana semakin antusias setelah Dekan FEB UMM, Bapak M. Sri Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D, memberikan sambutan sekaligus arahan. Beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momen Bimtek ini sebagai bekal berharga dalam menyusun proposal yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi pendanaan BIMA 2026. Sesi inti Bimtek menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai penyusunan proposal penelitian disampaikan oleh Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M, yang mengupas tuntas strategi dan kiat-kiat sukses dalam menembus pendanaan penelitian eksternal. Sementara itu, panduan teknis dan substansi untuk proposal pengabdian kepada masyarakat (PkM) disampaikan oleh pemateri kedua, Bapak M. Wildan Affan, S.E., MSA. Kedua narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai standar mutu, relevansi tema, hingga aspek administratif yang harus dipenuhi agar proposal dosen FEB UMM dapat unggul. Partisipasi aktif dari seluruh dosen FEB UMM sepanjang sesi Bimtek menunjukkan tingginya animo dan kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam skema pendanaan nasional. Melalui Bimtek ini, dosen dibekali pemahaman komprehensif mengenai mekanisme dan kriteria penilaian proposal BIMA, yang merupakan salah satu sumber pendanaan bergengsi di tingkat nasional. Peningkatan jumlah proposal yang diajukan dan diterima melalui skema eksternal BIMA menjadi indikator kunci keberhasilan fakultas dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan. Dekan FEB UMM berharap, dengan dilangsungkannya kegiatan bimbingan teknis ini, target peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dan pengabdian dosen dapat tercapai secara signifikan. Lolosnya proposal dosen dalam pendanaan eksternal BIMA 2026 tidak hanya akan meningkatkan reputasi individual dosen, tetapi juga memperkuat posisi FEB UMM sebagai fakultas unggulan yang berkontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang unggul.

FEB UMM Sukses Gelar Konferensi Internasional ICoFBEI 2025, Dorong Inovasi Bisnis Berkelanjutan

Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar konferensi internasional bergengsi, International Conference on Future Business Environment and Innovation (ICoFBEI) 2025. Mengangkat tema sentral “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, konferensi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan dan inovasi terkait keberlanjutan bisnis di era digital. Acara yang berlangsung di Kapal Garden Hotel ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum ICoFBEI 2025, Dr. Rizki Febriani, M.M., yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Konferensi ini menghadirkan tiga pembicara kunci (keynote speakers) terkemuka dari berbagai negara yang memberikan perspektif mendalam dari bidangnya masing-masing. Sesi pertama dibuka oleh Dr. Tran Thai Ha Nguyen dari Khon Kaen University, Thailand, yang memaparkan tentang strategi bisnis berkelanjutan di Asia Tenggara. Selanjutnya, Prof. Dr. Widayat, M.M., dari Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, berbagi wawasan tentang inovasi ekonomi lokal di tengah disrupsi digital. Sesi ditutup oleh Dr. Jose Antonio Lopez Castro dari University of Cordoba, Spanyol, yang fokus pada adaptasi bisnis global di era perubahan. Paparan para pembicara ini membuka wawasan baru dan memicu diskusi produktif di antara para peserta. Selain sesi pleno, ICoFBEI 2025 juga mengadakan panel session yang diikuti oleh 46 peserta dari berbagai institusi. Sesi paralel ini menjadi platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Presentasi dibagi dalam dua format, yaitu luring dan daring, untuk menjangkau partisipan secara luas. Presentasi luring diadakan di Laboratorium Manajemen dan Laboratorium Akuntansi FEB UMM, sementara partisipan daring terhubung melalui platform Zoom. Format hybrid ini memastikan partisipasi yang optimal dari seluruh peserta, termasuk dari co-host, Universitas Katolik Widya Mandira. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ICoFBEI 2025 berhasil mencapai tujuannya sebagai forum ilmiah yang berkesinambungan. Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademis internasional FEB UMM, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi. Kesuksesan acara ini menunjukkan komitmen FEB UMM untuk terus menjadi pelopor dalam penyelenggaraan konferensi berskala internasional dan mendorong penelitian berkualitas yang relevan dengan tantangan global saat ini.

Alumni FEB UMM Berkontribusi dalam Merancang Kebijakan Pembangunan Nasional di Bappenas

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) terus mencatatkan nama alumninya dalam jajaran profesional yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Salah satunya adalah Widya Setya Sari, S.E., lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMM yang kini mengemban amanah sebagai perencana di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Widya Setya Sari mengaku bahwa ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FEB UMM sangat membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Bappenas. Dia menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai pembangunan ekonomi, analisis kebijakan, serta kemampuan berpikir strategis yang telah ditanamkan oleh para dosen di FEB UMM. “Ilmu yang saya dapatkan di FEB UMM menjadi bekal utama dalam pekerjaan saya saat ini. Terutama dalam hal menganalisis kebijakan dan merancang program-program strategis untuk pembangunan nasional,” ujar Widya. Lebih jauh, Widya menyebut FEB UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga institusi yang membentuk karakter dan jejaring sosial yang kuat, sangat membantu dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan. Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. mengapresiasi pencapaian alumninya tersebut. “Kami bangga atas pencapaian Widya Setya Sari di Bappenas. Ini menjadi bukti nyata bahwa FEB UMM mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Idah Zuhroh. Widya berharap FEB UMM terus berkembang dan konsisten dalam mencetak generasi unggul yang akan berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

Profesor Back to Almamater: Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. Motivasi Siswa SMAN 1 Pasuruan Membangun Jiwa Wirausaha

Profesor Back to Almamater

Pasuruan – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan melalui program Profesor Back to Almamater. Program ini menghadirkan Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., yang merupakan Profesor sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan para siswa SMAN 1 Pasuruan, sekolah tempat ia menempuh pendidikan menengahnya. Dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini: Langkah Strategis Menuju Generasi Emas 2045”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan literasi kewirausahaan kepada para siswa kelas XII. Sebanyak 244 siswa mengikuti program ini dengan antusias, mendapatkan wawasan tentang pentingnya membangun jiwa wirausaha sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dalam materinya, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. menekankan bahwa menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini merupakan investasi berharga bagi generasi muda. “Kewirausahaan bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi juga tentang bagaimana membangun pola pikir kreatif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Ini adalah langkah strategis menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya. Kegiatan ini disambut dengan sangat positif oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Imam Indra Gunawan, S.Si, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya atas kontribusi Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. yang telah kembali ke almamaternya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para siswa. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kehadiran beliau tidak hanya menjadi motivasi bagi para siswa, tetapi juga membuktikan bahwa lulusan SMAN 1 Pasuruan mampu berprestasi di tingkat akademik tertinggi,” ungkapnya. Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa mendapatkan inspirasi dan dorongan untuk mulai membangun pola pikir wirausaha sejak dini. Program Profesor Back to Almamater dari UMM menjadi bukti nyata bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan dalam membangun generasi masa depan yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi dunia kerja dan bisnis. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang siap bersaing di era globalisasi, sejalan dengan visi besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Para siswa SMAN 1 Pasuruan pun diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah lingkungan sekolah dan masyarakat.

Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi UMM Gandeng ACCA untuk Buka Peluang Karier Global bagi Mahasiswa

Malang – Peluang karier di bidang akuntansi semakin terbuka lebar di kancah internasional, seiring dengan meningkatnya permintaan akan profesional yang memiliki sertifikasi global. Program Studi Akuntansi dan Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berkolaborasi dengan The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), menggelar sharing session bertajuk “Unlocking Career Opportunities Beyond Borders: How ACCA Empowers Accounting Students.” Acara ini menghadirkan Airil Razali BFP, ACA, ACCA, CPA (M), CA (M), CPFA, Founder & CEO TYMBA Education Malaysia, sebagai pembicara utama, serta didampingi oleh Lauren Peng, Director of International Relations ACCA. Acara dibuka oleh Dr. Driana Leniwati, S.E., MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA, selaku Ketua Program Studi Akuntansi FEB UMM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, peran akuntan tetap tidak tergantikan. “Akuntan memiliki keahlian analisis, penilaian risiko, serta pengambilan keputusan yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap konteks bisnis dan regulasi,” ujar Dr. Driana. Sementara itu, Dra. Endang Dwi W., M.Si., Ak., CA, selaku Kepala Program Pengembangan Akuntansi (PPA), menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang sertifikasi ACCA melalui TYMBA Education, yang dapat meningkatkan daya saing lulusan akuntansi di tingkat nasional maupun internasional. Dalam presentasinya, Airil Razali menekankan bahwa sertifikasi ACCA dapat meningkatkan mobilitas profesional, kredibilitas, serta akses ke berbagai peluang kerja di perusahaan multinasional. ACCA sendiri merupakan organisasi akuntansi profesional dunia yang telah berdiri sejak 1904 dan memberikan kualifikasi Chartered Certified Accountant. Dalam sesi diskusi, Airil Razali menyoroti bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah industri akuntansi. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia yang memiliki kombinasi keahlian analitis, pemahaman akuntansi, dan aspek emosional dalam pengambilan keputusan. Terdapat tiga bidang utama yang menjadi peluang karier masa depan bagi akuntan, yakni: Environment Social Governance (ESG) – Akuntan memiliki peran penting dalam pelaporan keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Gaming Industry – Akuntan dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan, pajak, dan regulasi di industri game yang berkembang pesat. Data & Analytics – Penguasaan analisis data menjadi keterampilan krusial bagi akuntan modern dalam membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi FEB UMM, dengan 50 peserta hadir secara langsung dan 200 mahasiswa mengikuti secara daring. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif, di mana mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari pakar industri mengenai langkah-langkah strategis dalam memperoleh sertifikasi ACCA dan membangun karier di tingkat internasional. Melalui kerja sama ini, Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi UMM semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berorientasi global, membekali mahasiswa dengan keterampilan dan sertifikasi yang diakui secara internasional. Ke depan, TYMBA Education akan terus mendukung pengembangan profesionalisme di bidang akuntansi melalui berbagai program edukasi dan pelatihan.

FEB UMM Mengadakan Call for Book Chapter: Strategi Transformasi UKM di Era Digital

Call For Book Chapter FEB UMM

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar Call for Book Chapter dalam rangkaian kegiatan Colloquium dengan tema besar “Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital, dan Kepemimpinan Visioner.” Program ini ditujukan untuk mengumpulkan gagasan-gagasan ilmiah dari akademisi, peneliti, dan praktisi yang fokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di era digital. FEB UMM mengundang para penulis untuk berpartisipasi dengan menyumbangkan karya terbaik mereka dalam bentuk book chapter. Fokus karya adalah pada strategi praktis dan implementatif terkait inovasi, literasi digital, dan kepemimpinan visioner. Naskah yang dikumpulkan akan dihimpun dalam sebuah buku ilmiah yang diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemangku kepentingan UKM di Indonesia. Batas akhir pengumpulan naskah adalah 4 Januari 2025. Penulis dapat mengunduh template naskah melalui QR Code yang telah disediakan pada poster acara dan dapat mengumpulkan naskah pada link berikut bit.ly/BCDC_FEB2024. Detail Program Call for Book Chapter: Tema: Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital, dan Kepemimpinan Visioner Batas Akhir Pengumpulan Naskah: 4 Januari 2025 Kontak Person: Ory Wiranudjiria (+62 812 4972 327)

FEB UMM Gelar Seminar Nasional: Sinergi Industri Halal dan Kreatif sebagai Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis EP UMM

Malang – Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis dengan tema “Sinergi Industri Halal dan Kreatif dalam Akselerasi Perwujudan Indonesia Emas 2045”. Seminar ini dilaksanakan menjelang penutupan tahun 2024 dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang, yang membahas upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Acara dibuka oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., melalui sambutan yang menekankan urgensi penguatan ekonomi nasional melalui digitalisasi finansial, optimalisasi APBN, dan peran krusial industri halal sebagai motor pendorong perekonomian berkelanjutan. Dalam sesi materi utama, Dr. Ir. Suryo Widodo, IPU, M.Arch, M.M., Ketua Komite Tetap KADIN Jawa Timur, memaparkan strategi penguatan sinergi antara industri halal dan industri kreatif. Fokusnya meliputi integrasi kedua sektor, upaya menghadapi tantangan global, serta potensi industri halal sebagai elemen strategis menuju visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Bunga Annisa Lenanta, seorang konten kreator ternama, menyoroti peran penting kreator digital dalam mendukung industri halal dan kreatif. Strategi yang ia kenalkan, Lima-S (Investasi, Reputasi, Eksistensi, Inspirasi, dan Monetisasi), menjadi kunci dalam mempromosikan dua sektor tersebut secara luas dan berkelanjutan. Muhammad Sri Wahyudi Sulistyo Suliswanto, S.E., M.E., Ph.D., Kaprodi EP UMM, turut memberikan perspektif komprehensif tentang peluang dan tantangan industri halal dan kreatif di tengah dinamika global. Ia menyoroti isu stagnasi ekonomi dunia, perang dagang, serta tantangan internal seperti inflasi dan transisi kepemimpinan. Namun, ia optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang besar, terutama dalam ekonomi syariah, bisnis ramah lingkungan, teknologi, serta industri berbasis komunitas. Dalam sesi penutupan, FEB UMM memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra industri (DUDI) yang berperan aktif dalam kolaborasi akademik dan praktis. Di antaranya adalah BPRS Artha Sinar Sejahtera Syariah, KADIN Jawa Timur, CV Media Mitra Indonesia (MEMINDO), serta Firmansyah Shiddiq Wardhana (Alami Fintech). Penghargaan serupa juga diberikan kepada BPS Kota Batu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), PT Bank Muamalat Tbk, dan Bapelitbangda Kota Batu atas kontribusi mereka dalam pendidikan dan penelitian. Melalui seminar ini, FEB UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif, mendorong percepatan ekonomi halal dan kreatif, serta mempersiapkan Indonesia menjadi negara berdaya saing tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Mahasiswi FEB UMM Raih Kesempatan Haji Gratis Berkat Prestasi Magang di Bank Muamalat

Mahasiswi FEB UMM Raih Hadiah Haji Gratis dari Bank Muamalat Usai Magang Berprestasi

MALANG – Asilah Eka Putri, SE, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2020, berhasil meraih hadiah haji gratis dari Bank Muamalat berkat prestasinya selama mengikuti program magang profesional. Program magang ini merupakan bagian dari Center of Excellence (CoE) Perbankan dan Fintech Syariah yang bekerja sama dengan Bank Muamalat. Selama magang sebagai Brand Sales Officer (BSO), Asilah menunjukkan kinerja luar biasa dengan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Prestasi ini mendapatkan apresiasi dari Bank Muamalat Malang, yang memberikan penghargaan berupa hadiah haji gratis serta tawaran posisi kerja. Firmansyah, PIC Humas Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM, menjelaskan bahwa kesuksesan Asilah tidak lepas dari bimbingan mentor Ni Made Ferta Kurniawati. “Asilah mampu mengembangkan strategi pemasaran efektif untuk menarik nasabah baru, yang berkontribusi signifikan terhadap capaian targetnya,” ujar Firmansyah. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Bank Muamalat Malang, Rista Puji Kasprianti, kepada Kaprodi EP UMM, Mohammad Sri Wahyudi Suliswanto, SE, ME. Program magang ini juga merupakan bagian dari Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO), sebuah inisiatif unggulan dari Muamalat Institute yang bertujuan melatih mahasiswa dalam praktik Perbankan Syariah secara profesional. Kesuksesan Asilah menjadi bukti konkret dari sinergi antara pendidikan tinggi dan industri perbankan syariah. UMM berharap kolaborasi semacam ini dapat terus menghasilkan mahasiswa berprestasi yang siap bersaing di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Program Studi Manajemen FEB UMM Raih Akreditasi Internasional Bergengsi FIBAA

Akreditasi FIBAA Program Studi Manajemen UMM

Malang – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Setelah melalui proses panjang selama lebih dari dua tahun, pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam memberikan pendidikan berkualitas dengan standar global. FIBAA, lembaga akreditasi ternama asal Jerman, dikenal secara global dalam penilaian kualitas program pendidikan tinggi di bidang manajemen, bisnis, dan administrasi. Akreditasi dari FIBAA bukan hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga mencerminkan keseriusan FEB UMM dalam memenuhi standar ketat yang diakui secara internasional. Dalam proses akreditasi, FIBAA melakukan evaluasi ekstensif terhadap berbagai aspek, termasuk kurikulum, metode pengajaran, penelitian, kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana, serta dukungan bagi mahasiswa. Melibatkan para ahli internasional, tim evaluasi FIBAA mengunjungi kampus dan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan semua aspek berjalan sesuai standar. Keberhasilan Program Studi Manajemen FEB UMM mencakup penyusunan kurikulum inovatif yang terintegrasi dengan penelitian, penerapan metode pembelajaran modern, serta dukungan tenaga pengajar berkualitas tinggi. Poin-poin ini menjadi nilai tambah signifikan dalam penilaian yang dilakukan. Raihan akreditasi FIBAA membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan lulusan FEB UMM di kancah global. Dengan pengakuan internasional ini, gelar akademik yang diperoleh akan lebih mudah diakui di berbagai negara anggota FIBAA. Selain itu, mahasiswa dijamin mendapatkan pendidikan dengan standar yang relevan dan kompetitif di pasar kerja global. Akreditasi internasional ini juga mendukung upaya Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperkuat posisi sebagai salah satu perguruan tinggi berkelas dunia. Pencapaian ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan Program Studi Manajemen FEB UMM menuju keunggulan dalam pendidikan tinggi. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen universitas, dari staf pengajar, mahasiswa, hingga pihak pengelola. Semoga langkah ini semakin memperkokoh FEB UMM sebagai pilihan utama bagi generasi muda yang ingin meraih pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.