Soft Skill, Kunci Kualifikasi Lulusan S1 yang Dicari Perusahaan

Batu – Dalam rangkaian Lokakarya Program Studi Manajemen yang digelar di Samara Hotel and Resort, Batu, Workshop Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menghadirkan Zamanan Azkiy, Manajer Proses PT. Cheil Jedang Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Zamanan menekankan bahwa pengetahuan (knowledge) yang dimiliki lulusan mencerminkan kredibilitas institusi pendidikan. Namun, sikap (attitude) juga memegang peranan penting dalam dunia kerja, karena terbentuk dari lingkungan, keluarga, serta pengalaman sosial yang memengaruhi karakter individu. Menurut Zamanan, kemampuan berpikir kritis dan kreatif dapat diasah melalui studi kasus. Oleh karena itu, kurikulum perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajarkan teori secara teknikal, tetapi juga harus dikaitkan dengan analisis kasus nyata. Mahasiswa perlu dibiasakan mengolah informasi dari berbagai sumber untuk menganalisis suatu masalah secara komprehensif. Sebagai perwakilan dunia industri, Zamanan berharap lulusan S1 memiliki keunggulan dalam soft skill yang memungkinkan mereka mengintegrasikan berbagai fenomena untuk menghasilkan solusi terbaik. “Lulusan tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu membantu perusahaan mencari solusi komprehensif terhadap permasalahan yang ada,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lain. Proses berpikir kreatif melibatkan pemahaman serta identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pencarian ide, dan penyusunan solusi (convergent atau divergent thinking). Untuk melatih keterampilan ini, mahasiswa harus diperbanyak terlibat dalam kegiatan praktik, seperti ikut serta dalam penyelesaian masalah industri, menyusun laporan terkait solusi yang ditawarkan, hingga menganalisis akar permasalahan secara mendalam. Selain itu, mahasiswa perlu aktif berorganisasi di lingkungan kampus agar terbiasa bekerja dalam tim dan mengasah kemampuan problem-solving. Dengan pembiasaan ini, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.