Inspiratif! Alumni FEB UMM Raih Beasiswa Unggulan dan Karier di BUMN
Malang – Muhammad Rifqi Fakhar, alumni Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) angkatan 2018, berhasil membuktikan bahwa aktif di organisasi, mengikuti kompetisi, dan keluar dari zona nyaman menjadi kunci sukses meraih impian. Kini, Rifqi melanjutkan studi S2 di Universitas Brawijaya melalui Beasiswa Unggulan 2024 sambil meniti karier di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jika kita tidak merasa tertantang, maka kita tidak akan berkembang,” kata Rifqi, memberikan pesan kuat untuk mahasiswa FEB UMM. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman demi mengembangkan diri, keterampilan, dan jaringan. Langkah Awal: Organisasi dan Magang Sejak semester awal, Rifqi aktif berkontribusi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UMM, khususnya di Biro Media, Komunikasi, dan Informasi (Medkominfo). Di sana, ia belajar kreativitas, editing, serta manajemen konten. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan magang di sebuah production house dan Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM sebagai editor dan kreator konten. “Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa bukan nama besar organisasinya yang penting, tetapi kualitas kontribusi kita di dalamnya,” ungkapnya. Rifqi percaya, pola pikir, jaringan, dan keterampilan yang didapatkan melalui organisasi mampu membuka banyak pintu peluang di masa depan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak takut bergabung di organisasi sejak semester awal. Menurut Rifqi, kampus adalah laboratorium kehidupan tempat mahasiswa belajar jatuh-bangun dan menemukan potensi terbaik diri mereka. Kompetisi sebagai Pintu Menuju Kesuksan Awalnya, Rifqi tidak menjadikan kompetisi sebagai target utama perkuliahan. Namun, keikutsertaannya di berbagai ajang lomba justru menjadi titik balik dalam mengembangkan diri. Ia menyebutkan bahwa kompetisi telah melatihnya berpikir kritis, bekerja dalam tim, menyusun strategi bisnis, hingga meningkatkan kemampuan komunikasi efektif. “Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi proses kompetisi itu sendiri, karena banyak perusahaan saat ini menilai pencapaian non-akademik dalam seleksi karyawan,” tambahnya. Pengalaman kompetisi ternyata menjadi nilai lebih dalam proses seleksi kerja. Rifqi menjelaskan bahwa perusahaan tertarik dengan kandidat yang memiliki kemampuan analisis, kreativitas, dan ketahanan mental (resilience), yang semuanya diperoleh dari kompetisi. Menjadi Bagian dari BUMN Bagi Rifqi, lulus kuliah bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mencapai mimpi-mimpi berikutnya. Menurutnya, gelar sarjana hanyalah tiket awal yang perlu dilengkapi dengan perjuangan ekstra, konsistensi, serta doa untuk meraih sukses karier. Proses mendapatkan posisi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun tidak instan. Rifqi mengakui pernah gagal dalam beberapa seleksi sebelumnya. Namun, ia menjadikan setiap kegagalan sebagai latihan yang membuat dirinya semakin tangguh. “Jangan pernah menyerah karena hasil yang belum sesuai. Yang penting kita maksimal dalam prosesnya. Bangun support system, karena teman seperjuangan menjadi motivasi terbaik untuk terus maju,” pungkas Rifqi. Dengan prestasinya ini, Rifqi menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa FEB UMM bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian dalam menghadapi tantangan akan selalu membuka pintu kesuksesan.
Alumni FEB UMM Berkontribusi dalam Merancang Kebijakan Pembangunan Nasional di Bappenas
Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) terus mencatatkan nama alumninya dalam jajaran profesional yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Salah satunya adalah Widya Setya Sari, S.E., lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMM yang kini mengemban amanah sebagai perencana di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Widya Setya Sari mengaku bahwa ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FEB UMM sangat membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Bappenas. Dia menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai pembangunan ekonomi, analisis kebijakan, serta kemampuan berpikir strategis yang telah ditanamkan oleh para dosen di FEB UMM. “Ilmu yang saya dapatkan di FEB UMM menjadi bekal utama dalam pekerjaan saya saat ini. Terutama dalam hal menganalisis kebijakan dan merancang program-program strategis untuk pembangunan nasional,” ujar Widya. Lebih jauh, Widya menyebut FEB UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga institusi yang membentuk karakter dan jejaring sosial yang kuat, sangat membantu dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan. Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. mengapresiasi pencapaian alumninya tersebut. “Kami bangga atas pencapaian Widya Setya Sari di Bappenas. Ini menjadi bukti nyata bahwa FEB UMM mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Idah Zuhroh. Widya berharap FEB UMM terus berkembang dan konsisten dalam mencetak generasi unggul yang akan berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.
Mahasiswa FEB UMM Antusias Ikuti Sosialisasi Pasar Modal Bertema “Level up Financial
Malang – Sebanyak 76 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) antusias mengikuti sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan oleh Galeri Bursa Efek Indonesia (BEI) FEB UMM. Kegiatan yang bertajuk “Level up Financial: Saatnya Melek Pasar Modal” ini digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM. Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta yang berlangsung tertib dan lancir. Dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya investasi di pasar modal sejak dini. Pemateri pertama, Venus Kusumawardana, S.E., M.M., dosen dari Program Vokasi UMM, menyampaikan materi mendalam mengenai dasar-dasar pasar modal dan strategi investasi yang cerdas. “Pasar modal merupakan pilihan tepat untuk mahasiswa yang ingin mulai berinvestasi, karena selain modal yang dibutuhkan terjangkau, investasi ini juga membantu mahasiswa lebih mandiri secara finansial,” ujarnya. Sesi berikutnya diisi oleh Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia, Hesty Tri Budiharti, S.E., M.M. Beliau menjelaskan lebih lanjut tentang mekanisme perdagangan saham serta tips praktis bagi investor pemula agar terhindar dari risiko tinggi di pasar modal. “Literasi finansial di kalangan generasi muda sangat penting agar mereka bisa merancang masa depan yang lebih sejahtera. BEI sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa FEB UMM yang luar biasa ini,” tutur Hesty dalam sesi pemaparan materi. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana mahasiswa aktif bertanya mengenai seluk-beluk pasar modal, mulai dari cara memilih saham yang baik hingga strategi investasi jangka panjang. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri dan foto bersama peserta dan panitia. FEB UMM melalui kegiatan ini berharap dapat terus mencetak generasi muda yang melek investasi, cerdas mengelola keuangan, dan mampu berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi bangsa.
3rd ICoFBEI 2025: Membangun Masa Depan Bisnis dan Inovasi di Era Digital
Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga mempersembahkan 3rd International Conference on Future Business Environment and Innovation (3rd ICoFBEI) 2025, yang akan digelar pada 17–18 September 2025. Konferensi internasional ini mengangkat tema besar “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, menyoroti pentingnya inovasi dan keberlanjutan di tengah transformasi digital yang semakin pesat. Topik-topik Utama Konferensi: Sustainability Accounting and ESG Reporting Digital Transformation in Accounting Audit and Assurance in the Digital Economy Strategic Management in the Digital Era Supply Chain Digitalization and Sustainability Human Resource Management and the Future of Work Digital Economy and Financial Inclusion Public Policy for Sustainable Development Green Finance and Economic Sustainability Green Marketing in the Digital Era International Trade and E-Commerce Pembicara Terkemuka: Dr. Jose Antonio Lopez Castro – University of Cordoba, Spain Dr. Tran Thai Ha Nguyen – Khon Kaen University, Thailand Prof. Dr. Widayat, M.M. – University of Muhammadiyah Malang, Indonesia Tanggal Penting yang Harus Diperhatikan: Pendaftaran dan Pengumpulan Full Paper: 1 Maret – 31 Mei 2025 Pengumuman kepada Penulis: 4 Juni 2025 Pembayaran: 1 – 14 Juni 2025 Pelaksanaan Konferensi: 17–18 September 2025 Biaya Registrasi: Presenter: IDR 3.500.000 / USD 210 (termasuk biaya publikasi) Participant: IDR 1.000.000 / USD 59 Student Presenter: IDR 3.100.000 / USD 183 (termasuk biaya publikasi) Student Participant: IDR 600.000 / USD 36 Publikasi: Seluruh paper yang diterima akan dipublikasikan dalam proceeding yang terindeks Scopus, memberikan kesempatan besar untuk meningkatkan visibilitas penelitian Anda di dunia internasional. Pendaftaran dan Template Paper: Pendaftaran: edas.info/N33628 Template Pengiriman: bit.ly/TemplateICoFBEI Informasi Lebih Lanjut: Website: icofbei.umm.ac.id Email: [email protected] Contact Person: +62 85257559012 (Fitri Rusdianasari) Kenapa Anda Harus Bergabung di 3rd ICoFBEI 2025? Konferensi ini adalah platform ideal untuk memperluas jejaring akademik dan profesional, mempresentasikan hasil riset inovatif Anda, serta mendapatkan insight dari para pakar internasional dalam bidang bisnis dan ekonomi digital. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memperkuat kontribusi Anda dalam membentuk masa depan dunia bisnis yang berkelanjutan! Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari perubahan!
Profesor Back to Almamater: Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. Motivasi Siswa SMAN 1 Pasuruan Membangun Jiwa Wirausaha

Pasuruan – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan melalui program Profesor Back to Almamater. Program ini menghadirkan Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., yang merupakan Profesor sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan para siswa SMAN 1 Pasuruan, sekolah tempat ia menempuh pendidikan menengahnya. Dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini: Langkah Strategis Menuju Generasi Emas 2045”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan literasi kewirausahaan kepada para siswa kelas XII. Sebanyak 244 siswa mengikuti program ini dengan antusias, mendapatkan wawasan tentang pentingnya membangun jiwa wirausaha sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dalam materinya, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. menekankan bahwa menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini merupakan investasi berharga bagi generasi muda. “Kewirausahaan bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi juga tentang bagaimana membangun pola pikir kreatif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Ini adalah langkah strategis menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya. Kegiatan ini disambut dengan sangat positif oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Imam Indra Gunawan, S.Si, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya atas kontribusi Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. yang telah kembali ke almamaternya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para siswa. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kehadiran beliau tidak hanya menjadi motivasi bagi para siswa, tetapi juga membuktikan bahwa lulusan SMAN 1 Pasuruan mampu berprestasi di tingkat akademik tertinggi,” ungkapnya. Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa mendapatkan inspirasi dan dorongan untuk mulai membangun pola pikir wirausaha sejak dini. Program Profesor Back to Almamater dari UMM menjadi bukti nyata bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan dalam membangun generasi masa depan yang mandiri, inovatif, dan siap menghadapi dunia kerja dan bisnis. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang siap bersaing di era globalisasi, sejalan dengan visi besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Para siswa SMAN 1 Pasuruan pun diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pelepasan Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021: Langkah Awal Menuju Dunia Profesional

Malang – Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar acara pelepasan bagi Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021. Acara yang berlangsung di Laboratorium Akuntansi 2 ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, Kepala dan Sekretaris Laboratorium Akuntansi, serta dosen dan asisten laboratorium angkatan 2022. Sebanyak 15 asisten laboratorium resmi dilepas, menandai akhir masa tugas mereka. Asisten laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa Akuntansi UMM. Mereka membantu jalannya operasional laboratorium, dari perencanaan hingga evaluasi, serta berkontribusi dalam penyampaian materi praktikum bersama dosen instruktur. Seleksi untuk menjadi asisten laboratorium cukup ketat, mencakup tes administrasi, ujian tertulis, micro teaching, hingga wawancara berbasis kompetensi. Kepala Laboratorium Akuntansi, M. Wildan Affan, SE., MSA., menyampaikan bahwa pelepasan asisten kali ini berlangsung lebih cepat dari biasanya. “Masa pengabdian yang awalnya dua tahun dipersingkat menjadi 1,5 tahun karena sebagian besar asisten sudah menyelesaikan studi mereka dalam waktu 3,5 tahun dan akan segera diwisuda,” ujarnya. Percepatan ini memberikan kesempatan bagi lulusan untuk segera memasuki dunia kerja. “Kami berharap hal ini dapat mempercepat masa tunggu kerja lulusan, sekaligus meningkatkan reputasi Program Studi Akuntansi UMM di dunia industri,” tambahnya. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Driana Leniwati, MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA., menyampaikan kebanggaannya terhadap para asisten yang telah menjalankan tugas dengan baik. “Menjadi asisten laboratorium bukanlah hal yang mudah. Ini adalah pengalaman berharga yang bisa menjadi modal utama dalam persaingan dunia kerja,” ungkapnya. Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada para asisten laboratorium atas kontribusi mereka dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. “Keberhasilan proses akademik tidak lepas dari peran kalian. Saya berharap kalian terus membangun kemandirian dan bertekad mencapai kesuksesan,” ujar Prof. Idah. Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan, ucapan selamat dari para dosen, pembacaan doa, dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Lokakarya Rekonstruksi Kurikulum COE Prodi Manajemen FEB UMM Hadirkan Praktisi Industri

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” di Samara Hotel and Resort, Batu. Acara ini dihadiri oleh praktisi dari berbagai sektor industri yang tergabung dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai upaya memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Sekretaris Prodi Manajemen FEB UMM, Dr. Iqbal Robbie, M.M., menjelaskan bahwa program COE di Prodi Manajemen terbagi dalam dua bidang utama, yakni Tourism and Hospitality serta Supply Chain Management. Sejak peluncurannya, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada Batch 1, sebanyak 95% peserta lulus tepat waktu di semester 7, sementara pada Batch 2 mencapai 50%. Tahun ini, sebanyak 30 mahasiswa telah terpilih untuk mengikuti Batch 3. Sebagai bagian dari evaluasi, beberapa perwakilan industri memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman mereka dalam membimbing mahasiswa magang COE. Titik S. Ariyanto (Manajer JTP Group) menyoroti pentingnya pembekalan lebih mendalam sebelum mahasiswa memulai magang. Ia mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, mahasiswa sering dihadapkan pada situasi kepemimpinan yang menuntut mereka untuk mengambil keputusan secara mandiri. Sebagai contoh, pada Batch 2, mahasiswa COE diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola acara Dino Night Run di Jatim Park. Sementara itu, Sugitho Adi (GM Grand Mercure Mirama Malang dan Surabaya) membandingkan performa mahasiswa antara Batch 1 dan Batch 2. Menurutnya, mahasiswa Batch 1 lebih unggul dalam kesiapan kerja. Ia pun mengusulkan kolaborasi lebih erat dengan mitra industri guna memperbaiki struktur pelatihan untuk Batch 3. Yanuar Arifin (GM Rayz UMM) memberikan masukan terkait sistem laporan harian yang diterapkan dalam program magang. Ia menyarankan agar teori kelas dikurangi atau digantikan dengan metode pembelajaran yang lebih praktis guna mengoptimalkan durasi magang yang hanya berlangsung selama tiga bulan. Dari sektor perhotelan lainnya, Teguh Hadi Sautro (Kapal Garden dan Dormy Hostel) menekankan bahwa program COE memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun industri, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. Dari bidang Supply Chain Management, Agung (PT. Loka Fiber) menyampaikan bahwa program COE telah menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa mahasiswa Batch 1 telah direkrut di perusahaannya. Ia juga menekankan perlunya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait ekspor dan strategi pemasaran global. Senada dengan itu, Dwi (PT. IDAKU – Retail and Baking Supplier) berbagi pengalamannya mengenai adaptasi mahasiswa selama magang. Ia menjelaskan bahwa pada bulan pertama dan kedua, mahasiswa sering mengalami kesulitan saat harus beradaptasi dengan bidang baru, tetapi pada bulan ketiga mereka mulai lebih nyaman. Dari PT. Berdikari Meubel Nusantara, pihak industri mengusulkan agar kurikulum COE mencakup lebih banyak materi terkait market analysis, inventory planning, serta penguatan soft skill seperti komunikasi dan adaptabilitas. Heri (HRD PT. Bumi Pandaan Plastik) mengapresiasi keterlibatan mahasiswa magang dalam berbagai aspek operasional, termasuk perancangan sistem yang akhirnya diterapkan dalam perusahaan. Sementara itu, Wahyu (HRD PT. Berkat Ganda Sentosa) menambahkan bahwa mahasiswa magang sebaiknya diberi tugas yang lebih terstruktur agar mampu menganalisis proses bisnis secara lebih mendalam. Lokakarya ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Manajemen FEB UMM untuk terus menyempurnakan kurikulum COE agar semakin relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi erat dengan mitra DUDI, program ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja.
Prodi Manajemen FEB UMM Rekonstruksi Kurikulum COE untuk Tingkatkan Kualitas Program

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” pada 8 Februari 2025. Acara yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu, ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas program COE dan memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, M.M., yang menegaskan pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan guna memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., dalam paparannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan COE Batch 3. Ia mengungkapkan bahwa Prodi Manajemen FEB UMM telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri untuk mengembangkan program COE secara lebih optimal. “Dalam dua tahun terakhir, COE telah berjalan dengan baik. Namun, agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, kami mengundang perwakilan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memberikan masukan terkait pengembangan program ini,” ujar Dr. Nurul. Masukan dari industri dinilai sangat penting dalam meningkatkan efektivitas COE, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Sementara itu, Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, menekankan bahwa rekonstruksi kurikulum dilakukan secara rutin setiap empat tahun sekali, dengan peninjauan tahunan untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan industri dan kebutuhan akademik. Ia juga mengapresiasi keberlanjutan program COE yang telah berjalan selama dua tahun dan telah mencapai tahap evaluasi serta umpan balik dari mitra industri dan mahasiswa. “Salah satu tujuan utama COE adalah memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Proses yang telah mereka jalani—mulai dari persiapan sebelum magang, pembekalan oleh praktisi, pelaksanaan magang, hingga penyusunan laporan—diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan dalam mempercepat kelulusan mereka,” jelasnya. Dengan rekonstruksi kurikulum ini, diharapkan COE di Prodi Manajemen FEB UMM semakin matang dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Program ini juga diharapkan terus berkembang sebagai model pembelajaran yang berbasis industri dan kebutuhan riil pasar tenaga kerja.
Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi UMM Gandeng ACCA untuk Buka Peluang Karier Global bagi Mahasiswa

Malang – Peluang karier di bidang akuntansi semakin terbuka lebar di kancah internasional, seiring dengan meningkatnya permintaan akan profesional yang memiliki sertifikasi global. Program Studi Akuntansi dan Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berkolaborasi dengan The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), menggelar sharing session bertajuk “Unlocking Career Opportunities Beyond Borders: How ACCA Empowers Accounting Students.” Acara ini menghadirkan Airil Razali BFP, ACA, ACCA, CPA (M), CA (M), CPFA, Founder & CEO TYMBA Education Malaysia, sebagai pembicara utama, serta didampingi oleh Lauren Peng, Director of International Relations ACCA. Acara dibuka oleh Dr. Driana Leniwati, S.E., MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA, selaku Ketua Program Studi Akuntansi FEB UMM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, peran akuntan tetap tidak tergantikan. “Akuntan memiliki keahlian analisis, penilaian risiko, serta pengambilan keputusan yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap konteks bisnis dan regulasi,” ujar Dr. Driana. Sementara itu, Dra. Endang Dwi W., M.Si., Ak., CA, selaku Kepala Program Pengembangan Akuntansi (PPA), menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang sertifikasi ACCA melalui TYMBA Education, yang dapat meningkatkan daya saing lulusan akuntansi di tingkat nasional maupun internasional. Dalam presentasinya, Airil Razali menekankan bahwa sertifikasi ACCA dapat meningkatkan mobilitas profesional, kredibilitas, serta akses ke berbagai peluang kerja di perusahaan multinasional. ACCA sendiri merupakan organisasi akuntansi profesional dunia yang telah berdiri sejak 1904 dan memberikan kualifikasi Chartered Certified Accountant. Dalam sesi diskusi, Airil Razali menyoroti bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah industri akuntansi. Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia yang memiliki kombinasi keahlian analitis, pemahaman akuntansi, dan aspek emosional dalam pengambilan keputusan. Terdapat tiga bidang utama yang menjadi peluang karier masa depan bagi akuntan, yakni: Environment Social Governance (ESG) – Akuntan memiliki peran penting dalam pelaporan keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Gaming Industry – Akuntan dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan, pajak, dan regulasi di industri game yang berkembang pesat. Data & Analytics – Penguasaan analisis data menjadi keterampilan krusial bagi akuntan modern dalam membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi FEB UMM, dengan 50 peserta hadir secara langsung dan 200 mahasiswa mengikuti secara daring. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif, di mana mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari pakar industri mengenai langkah-langkah strategis dalam memperoleh sertifikasi ACCA dan membangun karier di tingkat internasional. Melalui kerja sama ini, Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi UMM semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berorientasi global, membekali mahasiswa dengan keterampilan dan sertifikasi yang diakui secara internasional. Ke depan, TYMBA Education akan terus mendukung pengembangan profesionalisme di bidang akuntansi melalui berbagai program edukasi dan pelatihan.
Academic Writing, Ikhtiar Prodi Manajemen Menuju World University

Batu – Academic Writing menjadi salah satu topik utama dalam Workshop Lokakarya Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Christina Whidya Utami, M.M., akademisi dari Universitas Ciputra, sebagai pemateri utama di hadapan seluruh dosen Program Studi Manajemen FEB UMM. Dalam pemaparannya, Prof. Christina menyoroti fenomena BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Menurutnya, perguruan tinggi yang telah berusia lebih dari 60 tahun kerap mengalami kerapuhan internal (brittle), sehingga harus tetap membangun suasana akademik yang dinamis. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap perkembangan teknologi (anxious), serta tantangan dalam mengadopsi sistem pendidikan yang semakin kompleks dan tidak linier (non-linear & incomprehensible). Strategi Menuju World University Ranking Prof. Christina juga memaparkan lima aspek utama dalam world university ranking yang harus diperhatikan: Teaching – Meningkatkan kelas berbahasa Inggris, program pertukaran mahasiswa, serta menciptakan daya tarik akademik bagi mahasiswa internasional. Ia menyarankan agar UMM mulai dengan tiga mata kuliah berbasis bahasa Inggris secara bertahap hingga mencapai tingkat pengajaran penuh dalam bahasa Inggris. Research – Fokus pada outcome seperti publikasi ilmiah dan penelitian kolaboratif internasional. International Outlook – Meningkatkan mobilitas pengajar, riset bersama, serta partisipasi dalam konferensi internasional. Industry Engagement – Menjalin kerja sama dengan industri dan pemerintah, seperti melalui program penelitian internasional, termasuk PHC Nusantara. Branding dan Reputasi – Membangun strategi merek akademik secara holistik dengan standar akreditasi internasional seperti AUN-QA, FIBAA, dan AACSB. Dalam konteks academic writing, Prof. Christina menekankan pentingnya kombinasi dengan mata kuliah creative and critical thinking agar mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Ia mencontohkan bahwa di Universitas Ciputra, academic writing lebih ditekankan pada jenjang S2 dan S3, sedangkan untuk S1 lebih difokuskan pada design thinking. Fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa S1 adalah kesulitan dalam mengorganisasi tulisan secara sistematis. Banyak mahasiswa belum mampu mengembangkan ide utama dalam satu paragraf dengan baik. Oleh karena itu, karakteristik tulisan berupa naratif, deskriptif, dan argumentatif harus lebih ditekankan dalam pembelajaran academic writing. “Proses akademik sangat dipengaruhi oleh kurikulum, maka kurikulum harus disusun dengan menarik, termasuk dalam penamaan mata kuliah,” tutup Prof. Christina.