Academic Writing, Ikhtiar Prodi Manajemen Menuju World University

Batu – Academic Writing menjadi salah satu topik utama dalam Workshop Lokakarya Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Christina Whidya Utami, M.M., akademisi dari Universitas Ciputra, sebagai pemateri utama di hadapan seluruh dosen Program Studi Manajemen FEB UMM.

Dalam pemaparannya, Prof. Christina menyoroti fenomena BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Menurutnya, perguruan tinggi yang telah berusia lebih dari 60 tahun kerap mengalami kerapuhan internal (brittle), sehingga harus tetap membangun suasana akademik yang dinamis. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap perkembangan teknologi (anxious), serta tantangan dalam mengadopsi sistem pendidikan yang semakin kompleks dan tidak linier (non-linear & incomprehensible).

Strategi Menuju World University Ranking

Prof. Christina juga memaparkan lima aspek utama dalam world university ranking yang harus diperhatikan:

  1. Teaching – Meningkatkan kelas berbahasa Inggris, program pertukaran mahasiswa, serta menciptakan daya tarik akademik bagi mahasiswa internasional. Ia menyarankan agar UMM mulai dengan tiga mata kuliah berbasis bahasa Inggris secara bertahap hingga mencapai tingkat pengajaran penuh dalam bahasa Inggris.
  2. Research – Fokus pada outcome seperti publikasi ilmiah dan penelitian kolaboratif internasional.
  3. International Outlook – Meningkatkan mobilitas pengajar, riset bersama, serta partisipasi dalam konferensi internasional.
  4. Industry Engagement – Menjalin kerja sama dengan industri dan pemerintah, seperti melalui program penelitian internasional, termasuk PHC Nusantara.
  5. Branding dan Reputasi – Membangun strategi merek akademik secara holistik dengan standar akreditasi internasional seperti AUN-QA, FIBAA, dan AACSB.

Dalam konteks academic writing, Prof. Christina menekankan pentingnya kombinasi dengan mata kuliah creative and critical thinking agar mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Ia mencontohkan bahwa di Universitas Ciputra, academic writing lebih ditekankan pada jenjang S2 dan S3, sedangkan untuk S1 lebih difokuskan pada design thinking.

Fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa S1 adalah kesulitan dalam mengorganisasi tulisan secara sistematis. Banyak mahasiswa belum mampu mengembangkan ide utama dalam satu paragraf dengan baik. Oleh karena itu, karakteristik tulisan berupa naratif, deskriptif, dan argumentatif harus lebih ditekankan dalam pembelajaran academic writing.

“Proses akademik sangat dipengaruhi oleh kurikulum, maka kurikulum harus disusun dengan menarik, termasuk dalam penamaan mata kuliah,” tutup Prof. Christina.