Perkuat Ekosistem UMKM dan Pendidikan, FEB UMM Jalin Sinergi Strategis dengan KPPU RI

Audiensi dan Diskusi FEB UMM dengan KPPU RI Wilayah IV

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan industri. Pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM Kampus III, jajaran pimpinan fakultas menggelar audiensi strategis bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Kantor Wilayah IV. Diskusi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi kelembagaan serta perlindungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ibu Diah selaku Plt. Kepala Kantor KPPU Wilayah IV, Dekan FEB UMM, M. Sri Wahyudi M., Ph.D, bersama Wakil Dekan II, serta jajaran Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan. Kehadiran para kepala lembaga internal fakultas semakin mempertegas bahwa sinergi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret untuk mentransformasi ekosistem akademik yang lebih adaptif terhadap dinamika hukum bisnis di Indonesia. Transformasi Kurikulum dan Implementasi Tridarma Fokus utama dari audiensi ini adalah penguatan Tridarma Perguruan Tinggi yang lebih integratif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah sinkronisasi kurikulum kewirausahaan. FEB UMM berupaya memastikan bahwa setiap materi pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan standar persaingan usaha yang sehat. Dengan melibatkan KPPU sebagai mitra, kurikulum tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diperkaya dengan perspektif pengawasan dan penegakan hukum persaingan usaha yang berlaku. Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi ini membuka pintu lebar bagi program magang mahasiswa. Melalui akses langsung ke KPPU Wilayah IV, mahasiswa FEB UMM berkesempatan menyelami realitas industri dan memahami bagaimana regulasi bekerja dalam menjaga iklim bisnis yang kompetitif. Hal ini diharapkan dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam berbisnis. Edukasi dan Pengawasan Berbasis Akademisi Tidak berhenti pada tataran internal, sinergi ini juga mencakup sosialisasi masif mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat kepada seluruh sivitas akademika. Melalui program kuliah tamu dan dosen praktisi, para ahli dari KPPU akan turun langsung ke kelas-kelas di FEB UMM untuk memberikan wawasan praktis. Langkah ini dipandang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan. Di sisi lain, peran akademisi FEB UMM akan diperkuat dalam aspek pengawasan penegakan hukum. Sebagai lembaga pendidikan, FEB UMM berperan sebagai mitra kritis yang memberikan masukan berbasis riset kepada KPPU. Kolaborasi ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan pada kajian ilmiah yang mendalam, terutama dalam melindungi pelaku UMKM dari praktik monopoli atau persaingan yang tidak sehat. Membangun Masa Depan UMKM yang Berdaya Saing Melalui audiensi ini, FEB UMM dan KPPU RI Wilayah IV bersepakat bahwa penguatan institusi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan iklim persaingan yang terjaga, inovasi akan terus tumbuh dan ekonomi kerakyatan dapat berkembang lebih pesat. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas negara dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pelepasan Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021: Langkah Awal Menuju Dunia Profesional

Malang – Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar acara pelepasan bagi Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021. Acara yang berlangsung di Laboratorium Akuntansi 2 ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, Kepala dan Sekretaris Laboratorium Akuntansi, serta dosen dan asisten laboratorium angkatan 2022. Sebanyak 15 asisten laboratorium resmi dilepas, menandai akhir masa tugas mereka. Asisten laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa Akuntansi UMM. Mereka membantu jalannya operasional laboratorium, dari perencanaan hingga evaluasi, serta berkontribusi dalam penyampaian materi praktikum bersama dosen instruktur. Seleksi untuk menjadi asisten laboratorium cukup ketat, mencakup tes administrasi, ujian tertulis, micro teaching, hingga wawancara berbasis kompetensi. Kepala Laboratorium Akuntansi, M. Wildan Affan, SE., MSA., menyampaikan bahwa pelepasan asisten kali ini berlangsung lebih cepat dari biasanya. “Masa pengabdian yang awalnya dua tahun dipersingkat menjadi 1,5 tahun karena sebagian besar asisten sudah menyelesaikan studi mereka dalam waktu 3,5 tahun dan akan segera diwisuda,” ujarnya. Percepatan ini memberikan kesempatan bagi lulusan untuk segera memasuki dunia kerja. “Kami berharap hal ini dapat mempercepat masa tunggu kerja lulusan, sekaligus meningkatkan reputasi Program Studi Akuntansi UMM di dunia industri,” tambahnya. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Driana Leniwati, MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA., menyampaikan kebanggaannya terhadap para asisten yang telah menjalankan tugas dengan baik. “Menjadi asisten laboratorium bukanlah hal yang mudah. Ini adalah pengalaman berharga yang bisa menjadi modal utama dalam persaingan dunia kerja,” ungkapnya. Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada para asisten laboratorium atas kontribusi mereka dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. “Keberhasilan proses akademik tidak lepas dari peran kalian. Saya berharap kalian terus membangun kemandirian dan bertekad mencapai kesuksesan,” ujar Prof. Idah. Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan, ucapan selamat dari para dosen, pembacaan doa, dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.  

Lokakarya Rekonstruksi Kurikulum COE Prodi Manajemen FEB UMM Hadirkan Praktisi Industri

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” di Samara Hotel and Resort, Batu. Acara ini dihadiri oleh praktisi dari berbagai sektor industri yang tergabung dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai upaya memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Sekretaris Prodi Manajemen FEB UMM, Dr. Iqbal Robbie, M.M., menjelaskan bahwa program COE di Prodi Manajemen terbagi dalam dua bidang utama, yakni Tourism and Hospitality serta Supply Chain Management. Sejak peluncurannya, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pada Batch 1, sebanyak 95% peserta lulus tepat waktu di semester 7, sementara pada Batch 2 mencapai 50%. Tahun ini, sebanyak 30 mahasiswa telah terpilih untuk mengikuti Batch 3. Sebagai bagian dari evaluasi, beberapa perwakilan industri memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman mereka dalam membimbing mahasiswa magang COE. Titik S. Ariyanto (Manajer JTP Group) menyoroti pentingnya pembekalan lebih mendalam sebelum mahasiswa memulai magang. Ia mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, mahasiswa sering dihadapkan pada situasi kepemimpinan yang menuntut mereka untuk mengambil keputusan secara mandiri. Sebagai contoh, pada Batch 2, mahasiswa COE diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola acara Dino Night Run di Jatim Park. Sementara itu, Sugitho Adi (GM Grand Mercure Mirama Malang dan Surabaya) membandingkan performa mahasiswa antara Batch 1 dan Batch 2. Menurutnya, mahasiswa Batch 1 lebih unggul dalam kesiapan kerja. Ia pun mengusulkan kolaborasi lebih erat dengan mitra industri guna memperbaiki struktur pelatihan untuk Batch 3. Yanuar Arifin (GM Rayz UMM) memberikan masukan terkait sistem laporan harian yang diterapkan dalam program magang. Ia menyarankan agar teori kelas dikurangi atau digantikan dengan metode pembelajaran yang lebih praktis guna mengoptimalkan durasi magang yang hanya berlangsung selama tiga bulan. Dari sektor perhotelan lainnya, Teguh Hadi Sautro (Kapal Garden dan Dormy Hostel) menekankan bahwa program COE memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun industri, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. Dari bidang Supply Chain Management, Agung (PT. Loka Fiber) menyampaikan bahwa program COE telah menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa mahasiswa Batch 1 telah direkrut di perusahaannya. Ia juga menekankan perlunya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait ekspor dan strategi pemasaran global. Senada dengan itu, Dwi (PT. IDAKU – Retail and Baking Supplier) berbagi pengalamannya mengenai adaptasi mahasiswa selama magang. Ia menjelaskan bahwa pada bulan pertama dan kedua, mahasiswa sering mengalami kesulitan saat harus beradaptasi dengan bidang baru, tetapi pada bulan ketiga mereka mulai lebih nyaman. Dari PT. Berdikari Meubel Nusantara, pihak industri mengusulkan agar kurikulum COE mencakup lebih banyak materi terkait market analysis, inventory planning, serta penguatan soft skill seperti komunikasi dan adaptabilitas. Heri (HRD PT. Bumi Pandaan Plastik) mengapresiasi keterlibatan mahasiswa magang dalam berbagai aspek operasional, termasuk perancangan sistem yang akhirnya diterapkan dalam perusahaan. Sementara itu, Wahyu (HRD PT. Berkat Ganda Sentosa) menambahkan bahwa mahasiswa magang sebaiknya diberi tugas yang lebih terstruktur agar mampu menganalisis proses bisnis secara lebih mendalam. Lokakarya ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Manajemen FEB UMM untuk terus menyempurnakan kurikulum COE agar semakin relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi erat dengan mitra DUDI, program ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja.

Prodi Manajemen FEB UMM Rekonstruksi Kurikulum COE untuk Tingkatkan Kualitas Program

Batu – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Center of Excellence (COE)” pada 8 Februari 2025. Acara yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu, ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas program COE dan memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, M.M., yang menegaskan pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan guna memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., dalam paparannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan COE Batch 3. Ia mengungkapkan bahwa Prodi Manajemen FEB UMM telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri untuk mengembangkan program COE secara lebih optimal. “Dalam dua tahun terakhir, COE telah berjalan dengan baik. Namun, agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, kami mengundang perwakilan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memberikan masukan terkait pengembangan program ini,” ujar Dr. Nurul. Masukan dari industri dinilai sangat penting dalam meningkatkan efektivitas COE, terutama dalam mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Sementara itu, Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, menekankan bahwa rekonstruksi kurikulum dilakukan secara rutin setiap empat tahun sekali, dengan peninjauan tahunan untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan industri dan kebutuhan akademik. Ia juga mengapresiasi keberlanjutan program COE yang telah berjalan selama dua tahun dan telah mencapai tahap evaluasi serta umpan balik dari mitra industri dan mahasiswa. “Salah satu tujuan utama COE adalah memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Proses yang telah mereka jalani—mulai dari persiapan sebelum magang, pembekalan oleh praktisi, pelaksanaan magang, hingga penyusunan laporan—diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan dalam mempercepat kelulusan mereka,” jelasnya. Dengan rekonstruksi kurikulum ini, diharapkan COE di Prodi Manajemen FEB UMM semakin matang dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Program ini juga diharapkan terus berkembang sebagai model pembelajaran yang berbasis industri dan kebutuhan riil pasar tenaga kerja.

Academic Writing, Ikhtiar Prodi Manajemen Menuju World University

Batu – Academic Writing menjadi salah satu topik utama dalam Workshop Lokakarya Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) yang berlangsung di Samara Hotel and Resort, Batu. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Christina Whidya Utami, M.M., akademisi dari Universitas Ciputra, sebagai pemateri utama di hadapan seluruh dosen Program Studi Manajemen FEB UMM. Dalam pemaparannya, Prof. Christina menyoroti fenomena BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Menurutnya, perguruan tinggi yang telah berusia lebih dari 60 tahun kerap mengalami kerapuhan internal (brittle), sehingga harus tetap membangun suasana akademik yang dinamis. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap perkembangan teknologi (anxious), serta tantangan dalam mengadopsi sistem pendidikan yang semakin kompleks dan tidak linier (non-linear & incomprehensible). Strategi Menuju World University Ranking Prof. Christina juga memaparkan lima aspek utama dalam world university ranking yang harus diperhatikan: Teaching – Meningkatkan kelas berbahasa Inggris, program pertukaran mahasiswa, serta menciptakan daya tarik akademik bagi mahasiswa internasional. Ia menyarankan agar UMM mulai dengan tiga mata kuliah berbasis bahasa Inggris secara bertahap hingga mencapai tingkat pengajaran penuh dalam bahasa Inggris. Research – Fokus pada outcome seperti publikasi ilmiah dan penelitian kolaboratif internasional. International Outlook – Meningkatkan mobilitas pengajar, riset bersama, serta partisipasi dalam konferensi internasional. Industry Engagement – Menjalin kerja sama dengan industri dan pemerintah, seperti melalui program penelitian internasional, termasuk PHC Nusantara. Branding dan Reputasi – Membangun strategi merek akademik secara holistik dengan standar akreditasi internasional seperti AUN-QA, FIBAA, dan AACSB. Dalam konteks academic writing, Prof. Christina menekankan pentingnya kombinasi dengan mata kuliah creative and critical thinking agar mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Ia mencontohkan bahwa di Universitas Ciputra, academic writing lebih ditekankan pada jenjang S2 dan S3, sedangkan untuk S1 lebih difokuskan pada design thinking. Fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa S1 adalah kesulitan dalam mengorganisasi tulisan secara sistematis. Banyak mahasiswa belum mampu mengembangkan ide utama dalam satu paragraf dengan baik. Oleh karena itu, karakteristik tulisan berupa naratif, deskriptif, dan argumentatif harus lebih ditekankan dalam pembelajaran academic writing. “Proses akademik sangat dipengaruhi oleh kurikulum, maka kurikulum harus disusun dengan menarik, termasuk dalam penamaan mata kuliah,” tutup Prof. Christina.  

Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM Masuk Top 10 Nasional, Jadi Rujukan Studi Banding FE Unigoro

Malang – Prestasi gemilang Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menarik perhatian akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Terbaru, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan studi banding ke EP FEB UMM guna mempelajari berbagai inovasi akademik dan strategi peningkatan mutu yang telah diterapkan. Dengan capaian sebagai Top 10 Terbaik peringkat ke-4 versi SINTA Core per 31 Januari 2025, serta berbagai prestasi akademik dan riset nasional, EP FEB UMM semakin diperhitungkan dalam kancah pendidikan tinggi Indonesia. Kunjungan studi banding yang berlangsung pada Jumat, 7 Februari 2025 ini disambut langsung oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., didampingi Sekretaris Prodi EP UMM, Setyo Wahyu S., S.E., M.E., serta Kepala Laboratorium EP UMM, Hendra Kusuma, S.E., M.E.. Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, S.E., M.E., menjelaskan bahwa salah satu poin utama dalam diskusi adalah sistem tugas akhir non-skripsi. EP FEB UMM telah menerapkan jalur kelulusan berbasis publikasi jurnal ilmiah bereputasi nasional maupun internasional, serta jalur prestasi. Skema ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun, sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan daya saing lulusan. Selain itu, studi banding ini juga menyoroti kualitas riset dan pengabdian masyarakat yang menjadi prioritas Prodi EP UMM. Fokus utamanya adalah bagaimana proses akademik dapat menciptakan solusi konkret bagi permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat, mulai dari identifikasi isu hingga implementasi kebijakan berbasis penelitian. Keberhasilan EP FEB UMM dalam bersaing dengan perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia tidak terlepas dari komitmen pimpinan dan dosen dalam meningkatkan standar pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Kinerja akademik prodi ini dinilai berdasarkan publikasi ilmiah, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), serta kontribusi dalam penerbitan buku ajar yang menjadi referensi akademik. Kunjungan FE Unigoro ini semakin menegaskan posisi EP FEB UMM sebagai salah satu prodi unggulan yang terus berinovasi dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi di dunia kerja.

Soft Skill, Kunci Kualifikasi Lulusan S1 yang Dicari Perusahaan

Batu  – Dalam rangkaian Lokakarya Program Studi Manajemen yang digelar di Samara Hotel and Resort, Batu, Workshop Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menghadirkan Zamanan Azkiy, Manajer Proses PT. Cheil Jedang Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Zamanan menekankan bahwa pengetahuan (knowledge) yang dimiliki lulusan mencerminkan kredibilitas institusi pendidikan. Namun, sikap (attitude) juga memegang peranan penting dalam dunia kerja, karena terbentuk dari lingkungan, keluarga, serta pengalaman sosial yang memengaruhi karakter individu. Menurut Zamanan, kemampuan berpikir kritis dan kreatif dapat diasah melalui studi kasus. Oleh karena itu, kurikulum perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajarkan teori secara teknikal, tetapi juga harus dikaitkan dengan analisis kasus nyata. Mahasiswa perlu dibiasakan mengolah informasi dari berbagai sumber untuk menganalisis suatu masalah secara komprehensif. Sebagai perwakilan dunia industri, Zamanan berharap lulusan S1 memiliki keunggulan dalam soft skill yang memungkinkan mereka mengintegrasikan berbagai fenomena untuk menghasilkan solusi terbaik. “Lulusan tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus mampu membantu perusahaan mencari solusi komprehensif terhadap permasalahan yang ada,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lain. Proses berpikir kreatif melibatkan pemahaman serta identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pencarian ide, dan penyusunan solusi (convergent atau divergent thinking). Untuk melatih keterampilan ini, mahasiswa harus diperbanyak terlibat dalam kegiatan praktik, seperti ikut serta dalam penyelesaian masalah industri, menyusun laporan terkait solusi yang ditawarkan, hingga menganalisis akar permasalahan secara mendalam. Selain itu, mahasiswa perlu aktif berorganisasi di lingkungan kampus agar terbiasa bekerja dalam tim dan mengasah kemampuan problem-solving. Dengan pembiasaan ini, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.

FEB UMM Gelar Lokakarya Rekonstruksi Visi dan Misi Program Studi Manajemen

Batu – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar lokakarya Program Studi Manajemen di Samara Hotel and Resort, Batu. Acara yang mengusung tema “Rekonstruksi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi dalam Memperkuat Program Studi yang Berstandar Internasional” ini bertujuan untuk merancang kurikulum yang lebih adaptif serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D., yang dalam sambutannya menyoroti dinamika pendidikan tinggi serta tantangan yang dihadapi dunia akademik di era modern. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan guna memperkuat keunggulan program studi. Dalam paparannya, Muhammad Salis Yuniardi menegaskan bahwa pembaruan kurikulum harus berorientasi pada kebutuhan industri dan perkembangan global. Menurutnya, rekonstruksi kurikulum bukan sekadar menyusun visi, misi, dan analisis SWOT, tetapi juga harus memperhitungkan proyeksi masa depan, jenis pekerjaan yang dibutuhkan, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. “Untuk tetap unggul, universitas harus memiliki keunikan tersendiri. Dalam hal ini, Program Studi Manajemen perlu menitikberatkan pengembangan soft skill sebesar 60% dan hard skill sebesar 40%,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam proses rekrutmen tenaga kerja, perusahaan lebih dulu mempertimbangkan sikap dan keterampilan interpersonal kandidat sebelum mengembangkan kompetensi teknis mereka di dunia kerja. Lebih lanjut, kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada mata kuliah yang diajarkan di kelas, tetapi juga harus mencakup pengalaman belajar di luar kelas serta interaksi yang membentuk karakter mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, dalam upaya memperkuat Pusat Keunggulan (Center of Excellence), pendekatan interdisipliner dinilai sebagai strategi yang lebih efektif. Beberapa bidang studi spesifik seperti Supply Chain Management (SCM) yang menggabungkan manajemen dan teknik industri, serta Human Resource Development (HRD) yang menghubungkan psikologi dan manajemen, dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan jika dikembangkan secara sinergis. Sebagai penutup, Wakil Rektor IV menekankan bahwa revisi kurikulum harus memenuhi dua prinsip utama, yaitu fleksibilitas dan kepercayaan terhadap mahasiswa. “Kurikulum harus fleksibel agar mudah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, kita juga harus percaya bahwa mahasiswa dapat memperoleh kompetensi tidak hanya dari dosen, tetapi juga dari berbagai pengalaman belajar yang tersedia, termasuk melalui Pusat Keunggulan,” pungkasnya. Dengan adanya lokakarya ini, diharapkan Program Studi Manajemen FEB UMM dapat terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Raih Peringkat 4 Nasional dalam SINTA Score

Malang – Program Studi Ekonomi Pembangunan (Prodi EP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi akademik di tingkat nasional. Berdasarkan pemeringkatan terbaru Science and Technology Index (SINTA) per 31 Januari 2025, Prodi EP UMM berhasil menempati peringkat keempat dalam daftar 10 besar Program Studi Ekonomi Pembangunan terbaik se-Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE., ME., mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh pimpinan serta dosen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Di bawah kepemimpinan Ketua Program Studi, Muhammad Sri Wahyudi, SE., ME., Ph.D., kami terus berupaya memperkuat mutu akademik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Prodi EP UMM mampu bersaing dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia,” ujar Firmansyah. SINTA merupakan sistem pemeringkatan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai tolok ukur produktivitas akademik dan penelitian di Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, termasuk jumlah publikasi ilmiah, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), serta jumlah buku ajar yang diterbitkan. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), Prodi EP UMM berhasil mengumpulkan skor SINTA sebesar 4.054, menempatkannya di posisi keempat nasional. Prestasi ini mencerminkan konsistensi dalam menghasilkan riset berkualitas serta kontribusi akademik yang signifikan. Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai upaya strategis yang dilakukan oleh Prodi EP UMM. Selain mendorong peningkatan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, program studi ini juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan kolaborasi riset dengan berbagai institusi. “Kami tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah penelitian, tetapi juga bagaimana penelitian tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” tambah Firmansyah. Ke depan, Prodi EP UMM berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya dengan mendorong inovasi akademik serta memperluas jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset baik di dalam maupun luar negeri. Dengan pencapaian ini, diharapkan Prodi EP UMM semakin dikenal sebagai salah satu program studi unggulan di bidang ekonomi pembangunan, sekaligus menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia akademik dan industri berbasis riset.

FEB UMM Resmi Luncurkan Program Doktor Ilmu Manajemen: Langkah Strategis Tingkatkan Pendidikan Tinggi

Program Studi Manajemen FEB UMM Resmi Buka Program Doktor Ilmu Manajemen

  Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini resmi membuka Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, setelah mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Keputusan Menteri Nomor 668/E/O/2024. Program ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan akademik dan industri akan tenaga ahli di bidang manajemen tingkat lanjut. Rektor UMM menyambut baik pencapaian ini dan menegaskan bahwa pembukaan program doktoral merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi universitas dalam pendidikan tinggi, khususnya di bidang manajemen. “Ini adalah wujud komitmen UMM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia. Kami optimis program ini akan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Rektor. Proses pengajuan izin telah dimulai sejak Oktober 2023, didukung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Setelah melalui serangkaian evaluasi dan validasi, UMM dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi untuk menyelenggarakan program ini. Meningkatkan Kompetensi Akademik dan Profesional Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UMM dirancang sebagai platform bagi akademisi dan praktisi untuk memperdalam kompetensinya melalui studi dan riset mendalam. Dengan standar pendidikan tinggi nasional yang dijaga ketat, FEB UMM memastikan pengembangan program ini akan dilaporkan secara berkala kepada Kementerian, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Program ini menawarkan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan riset yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen di tingkat nasional. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung inovasi dan kolaborasi, sehingga para lulusan dapat memberikan dampak nyata di dunia akademis maupun profesional,” tambah Dekan FEB UMM. Mengukuhkan Posisi UMM sebagai Institusi Terkemuka Dengan hadirnya Program Doktor Ilmu Manajemen, UMM semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia. Program ini tidak hanya menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya UMM untuk terus berinovasi dan memperluas perannya dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi perubahan global. Sebagai salah satu kampus yang telah lama dikenal dengan inovasi akademiknya, FEB UMM optimis bahwa program doktoral ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah institusi.