Perkuat Ekosistem UMKM dan Pendidikan, FEB UMM Jalin Sinergi Strategis dengan KPPU RI

Audiensi dan Diskusi FEB UMM dengan KPPU RI Wilayah IV

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan industri. Pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM Kampus III, jajaran pimpinan fakultas menggelar audiensi strategis bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Kantor Wilayah IV. Diskusi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi kelembagaan serta perlindungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ibu Diah selaku Plt. Kepala Kantor KPPU Wilayah IV, Dekan FEB UMM, M. Sri Wahyudi M., Ph.D, bersama Wakil Dekan II, serta jajaran Ketua Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan. Kehadiran para kepala lembaga internal fakultas semakin mempertegas bahwa sinergi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret untuk mentransformasi ekosistem akademik yang lebih adaptif terhadap dinamika hukum bisnis di Indonesia. Transformasi Kurikulum dan Implementasi Tridarma Fokus utama dari audiensi ini adalah penguatan Tridarma Perguruan Tinggi yang lebih integratif. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah sinkronisasi kurikulum kewirausahaan. FEB UMM berupaya memastikan bahwa setiap materi pembelajaran yang diterima mahasiswa selaras dengan standar persaingan usaha yang sehat. Dengan melibatkan KPPU sebagai mitra, kurikulum tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diperkaya dengan perspektif pengawasan dan penegakan hukum persaingan usaha yang berlaku. Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi ini membuka pintu lebar bagi program magang mahasiswa. Melalui akses langsung ke KPPU Wilayah IV, mahasiswa FEB UMM berkesempatan menyelami realitas industri dan memahami bagaimana regulasi bekerja dalam menjaga iklim bisnis yang kompetitif. Hal ini diharapkan dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam berbisnis. Edukasi dan Pengawasan Berbasis Akademisi Tidak berhenti pada tataran internal, sinergi ini juga mencakup sosialisasi masif mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat kepada seluruh sivitas akademika. Melalui program kuliah tamu dan dosen praktisi, para ahli dari KPPU akan turun langsung ke kelas-kelas di FEB UMM untuk memberikan wawasan praktis. Langkah ini dipandang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan. Di sisi lain, peran akademisi FEB UMM akan diperkuat dalam aspek pengawasan penegakan hukum. Sebagai lembaga pendidikan, FEB UMM berperan sebagai mitra kritis yang memberikan masukan berbasis riset kepada KPPU. Kolaborasi ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan pada kajian ilmiah yang mendalam, terutama dalam melindungi pelaku UMKM dari praktik monopoli atau persaingan yang tidak sehat. Membangun Masa Depan UMKM yang Berdaya Saing Melalui audiensi ini, FEB UMM dan KPPU RI Wilayah IV bersepakat bahwa penguatan institusi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan iklim persaingan yang terjaga, inovasi akan terus tumbuh dan ekonomi kerakyatan dapat berkembang lebih pesat. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas negara dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Perkuat Kualitas Riset Dosen, FEB UMM Gelar Bimtek Proposal Pendanaan BIMA 2026

Prof. Dr. Idah Zuhroh memberikan materi BIMTEK proposal penelitian BIMA 2026

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan mutu akademik dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajuan Proposal Penelitian dan Pengabdian Pendanaan Eksternal BIMA Tahun 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM, dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan fakultas. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang dosen FEB UMM meraih pendanaan eksternal dari Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang dikelola oleh Kemendikbudristek. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diawali dengan sesi pembukaan oleh Wakil Dekan I FEB UMM, Ibu Dr. Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak., CA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran dosen sebagai akademisi untuk terus berkontribusi melalui riset dan pengabdian yang berdaya saing. Suasana semakin antusias setelah Dekan FEB UMM, Bapak M. Sri Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D, memberikan sambutan sekaligus arahan. Beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momen Bimtek ini sebagai bekal berharga dalam menyusun proposal yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dan lolos dalam seleksi pendanaan BIMA 2026. Sesi inti Bimtek menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai penyusunan proposal penelitian disampaikan oleh Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M, yang mengupas tuntas strategi dan kiat-kiat sukses dalam menembus pendanaan penelitian eksternal. Sementara itu, panduan teknis dan substansi untuk proposal pengabdian kepada masyarakat (PkM) disampaikan oleh pemateri kedua, Bapak M. Wildan Affan, S.E., MSA. Kedua narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai standar mutu, relevansi tema, hingga aspek administratif yang harus dipenuhi agar proposal dosen FEB UMM dapat unggul. Partisipasi aktif dari seluruh dosen FEB UMM sepanjang sesi Bimtek menunjukkan tingginya animo dan kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam skema pendanaan nasional. Melalui Bimtek ini, dosen dibekali pemahaman komprehensif mengenai mekanisme dan kriteria penilaian proposal BIMA, yang merupakan salah satu sumber pendanaan bergengsi di tingkat nasional. Peningkatan jumlah proposal yang diajukan dan diterima melalui skema eksternal BIMA menjadi indikator kunci keberhasilan fakultas dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan. Dekan FEB UMM berharap, dengan dilangsungkannya kegiatan bimbingan teknis ini, target peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dan pengabdian dosen dapat tercapai secara signifikan. Lolosnya proposal dosen dalam pendanaan eksternal BIMA 2026 tidak hanya akan meningkatkan reputasi individual dosen, tetapi juga memperkuat posisi FEB UMM sebagai fakultas unggulan yang berkontribusi nyata pada ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang unggul.

Pakar Ekonomi FEB UMM Bicara Larangan Thrifting: Solusi Cerdas Selamatkan Tekstil Lokal Tanpa ‘Membunuh’ UMKM

M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., yang akrab disapa Yudi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Malang – Wacana pelarangan total impor pakaian bekas (thrifting) kembali memicu perdebatan panas di panggung ekonomi nasional. Kebijakan ini, yang disuarakan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menghadirkan dilema besar: melindungi industri tekstil dalam negeri yang sedang lesu, atau mengorbankan ribuan UMKM dan pedagang kecil yang hidup dari perputaran barang bekas? Di tengah “bola panas” ini, kebijakan yang reaktif dikhawatirkan justru lebih banyak menimbulkan masalah daripada solusi. Menanggapi dilema tersebut, M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., dosen pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan analisis tajam. Yudi, sapaan akrabnya, sepakat dengan tujuan pemerintah untuk membentengi industri lokal dari potensi gelombang PHK. Namun, ia secara tegas mengkritisi metode pelarangan total yang dianggapnya tergesa-gesa dan tidak menyentuh akar masalah. Menurut Yudi, masalahnya jauh lebih kompleks daripada sekadar menyalahkan thrifting. “Konsumen memilih barang bekas impor bukan tanpa alasan. Mereka mencari kualitas yang lebih baik, harga lebih terjangkau, dan model yang lebih fashionable,” jelas Yudi. Ia menegaskan, jika industri tekstil lokal ingin menang, mereka harus mampu bersaing di tiga titik ini. Terlebih, gempuran produk baru impor yang murah dari Tiongkok juga sama derasnya, membuktikan bahwa thrifting bukan satu-satunya biang keladi. Pakar ekonomi UMM ini menyoroti dampak serius jika pelarangan total dipaksakan tanpa persiapan. Ribuan pelaku usaha kecil, dari pedagang pasar hingga penjual online di media sosial, akan kehilangan mata pencaharian mereka secara instan. Ini akan menimbulkan guncangan ekonomi di tingkat mikro. “Kuncinya, industri domestik harus dikuatkan dulu sebelum langsung melarang total,” tegas Dekan FEB UMM tersebut. Alih-alih sekadar melarang, Yudi menawarkan solusi tiga langkah yang lebih komprehensif dan bijak: Penguatan Industri Domestik: Pemerintah harus proaktif memberikan insentif fiskal (seperti subsidi atau potongan pajak) untuk inovasi dan peningkatan kualitas. Akar masalah kenapa UMKM tekstil lokal sulit bersaing harga dan mutu harus diurai tuntas. Pembinaan Pelaku Usaha Thrifting: Jangan dimatikan, tapi dibina. Arahkan mereka untuk beralih ke bisnis kreatif lain, seperti upcycling (daur ulang produk menjadi bernilai lebih tinggi) atau industri daur ulang tekstil yang kini juga sedang tren. Standarisasi Bertahap: Jika harus melarang, lakukan secara terukur. Mulailah dengan menolak 100% impor pakaian bekas yang terbukti membawa zat berbahaya atau tidak layak pakai, sehingga kebijakan lebih solutif dan tidak memukul rata. Yudi mengingatkan bahwa thrifting kini bukan sekadar soal pakaian murah, tapi telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan (sustainability) yang dianut Gen Z. “Pemerintah tidak bisa hanya membatasi pilihan konsumen. Siapkan dulu infrastruktur industrinya, berikan alternatif yang sepadan, dan gempur pasar dengan kampanye ‘Bangga Produk Lokal’ yang efektif,” pungkasnya.

Kenapa Prodi Manajemen FEB UMM Jadi Pilihan Tepat untuk Karier Masa Depan Anda

Prodi Manajemen FEB UMM

Di era persaingan global yang semakin ketat dan dinamis, kemampuan mengelola sumber daya, merancang strategi, dan memimpin tim secara efektif menjadi kunci kesuksesan. Bagi para calon mahasiswa yang sedang menimbang pilihan jurusan, pertanyaan “mengapa harus memilih program studi Manajemen?” sangatlah relevan. Manajemen adalah jantung yang memompa kehidupan ke dalam setiap lini organisasi, baik itu perusahaan multinasional, startup teknologi, lembaga nirlaba, maupun instansi pemerintah. Program Studi (Prodi) Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan tersebut, mencetak generasi pemimpin bisnis masa depan yang adaptif dan berintegritas. Memilih studi Manajemen berarti Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah seni dan ilmu dalam mengelola. Mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan analitis yang tajam, kemampuan problem-solving yang komprehensif, serta pemahaman mendalam tentang pilar-pilar bisnis: mulai dari pemasaran, keuangan, manajemen sumber daya manusia, hingga operasional. Keunggulan fundamental dari ilmu manajemen adalah fleksibilitasnya. Lulusan Manajemen tidak terbatas pada satu sektor; mereka adalah talenta universal yang dibutuhkan di setiap industri untuk memastikan roda organisasi berputar secara efisien dan berkelanjutan. Lantas, apa yang membuat Prodi Manajemen FEB UMM begitu istimewa? Sebagai bagian dari “Kampus Putih” yang bereputasi, Prodi Manajemen FEB UMM telah mengantongi Akreditasi Internasional FIBAA dan Unggul LAMEMBA. Ini adalah jaminan kualitas bahwa proses pembelajaran, kurikulum, dan sumber daya pengajar telah memenuhi standar tertinggi nasional. Kami menawarkan ekosistem akademik yang suportif, di mana kurikulum yang relevan dengan industri (link and match) dipadukan dengan project-based learning dan studi kasus riil. Mahasiswa tidak hanya belajar dari akademisi ahli, tetapi juga dari praktisi berpengalaman yang didatangkan langsung dari dunia industri. Salah satu pertimbangan utama calon mahasiswa adalah prospek karier setelah lulus. Prospek kerja lulusan Manajemen FEB UMM sangat cerah dan terbuka lebar. Alumni kami telah terbukti sukses berkarier dan tersebar di berbagai sektor vital, baik sebagai manajer profesional di perusahaan ternama, konsultan bisnis yang andal, analis pasar, hingga menjadi entrepreneur (wirausahawan) tangguh yang justru menciptakan lapangan kerja baru. Jaringan alumni yang kuat dan reputasi FEB UMM menjadi modal berharga bagi lulusan untuk melangkah pasti di dunia kerja. Pada akhirnya, memilih program studi adalah sebuah investasi krusial untuk masa depan. Memilih Prodi Manajemen FEB UMM adalah langkah strategis untuk membekali diri dengan kompetensi yang tak lekang oleh waktu. Jika Anda adalah pribadi yang dinamis, bercita-cita menjadi pemimpin, dan ingin berkontribusi nyata dalam dunia bisnis, maka kami mengundang Anda untuk bergabung. Mari rancang masa depan karier gemilang Anda bersama Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM.

Gebyar Event Manajemen 2025: Mahasiswa Manajemen UMM Ubah Teori Jadi Aksi Nyata Kelola Acara Profesional

Gebyar Event Manajemen FEB UMM

Malang – Suasana Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berubah meriah pada Sabtu (25/10/2025). Ratusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen FEB UMM terlibat aktif dalam Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025, sebuah ajang praktik akbar yang mengubah ruang kelas menjadi arena manajemen event profesional. Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Manajemen dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMPSM) ini menjadi panggung bagi 570 mahasiswa dari 19 kelas praktikum untuk secara serentak menyelenggarakan berbagai event di berbagai titik kampus. Mulai dari edukasi, olahraga, seni, hingga kuliner, GEM 2025 menjadi bukti nyata komitmen Prodi Manajemen dalam mewujudkan Kurikulum Berdampak yang menekankan pada inovasi dan kolaborasi. GEM 2025 ini merupakan implementasi nyata dari teori keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa, sekaligus memperkuat pengalaman manajerial mereka. Ketua Prodi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., menegaskan bahwa mahasiswa tidak bisa hanya mengenal teori. “Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar berinovasi dan berkolaborasi. Inilah pengalaman manajerial sesungguhnya,” ujarnya. Keterlibatan total mahasiswa Manajemen yang masif ini mencerminkan semangat Laboratorium Manajemen untuk menjadi wadah praktik aplikatif. Kepala Laboratorium Manajemen, Warsono, M.M., berharap mahasiswa mampu mengembangkan soft skill esensial seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim yang akan menjadi modal berharga di dunia kerja. Bagi mahasiswa, praktik lapangan GEM 2025 menawarkan tantangan sekaligus pembelajaran tak ternilai. Nadda Zahara Putri, salah satu peserta, mengungkapkan antusiasmenya. “Selama ini kami belajar teori tentang perencanaan dan pengorganisasian, tapi lewat GEM kami benar-benar mempraktikkannya. Kami belajar bekerja dalam tim, mengelola sumber daya, bahkan mengatasi masalah di lapangan. Seru sekaligus menantang,” tuturnya. Pengalaman langsung dalam menyusun konsep acara, mengelola budget, hingga berinteraksi dengan stakeholder memberikan pemahaman komprehensif yang tidak didapatkan dari perkuliahan biasa. Secara keseluruhan, Gebyar Event Manajemen 2025 sukses menciptakan suasana akademik yang hidup dan dinamis di Kampus UMM. Acara ini membuktikan bahwa mahasiswa Manajemen UMM tidak hanya unggul dalam pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk menjadi pelaku manajemen profesional yang handal. Lebih dari sekadar tugas kuliah, GEM 2025 adalah langkah strategis Prodi Manajemen dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri, menjadi event organizer andal, dan siap memimpin proyek-proyek besar di masa depan.

Inspiratif! Alumni FEB UMM Raih Beasiswa Unggulan dan Karier di BUMN

Malang – Muhammad Rifqi Fakhar, alumni Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) angkatan 2018, berhasil membuktikan bahwa aktif di organisasi, mengikuti kompetisi, dan keluar dari zona nyaman menjadi kunci sukses meraih impian. Kini, Rifqi melanjutkan studi S2 di Universitas Brawijaya melalui Beasiswa Unggulan 2024 sambil meniti karier di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jika kita tidak merasa tertantang, maka kita tidak akan berkembang,” kata Rifqi, memberikan pesan kuat untuk mahasiswa FEB UMM. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman demi mengembangkan diri, keterampilan, dan jaringan. Langkah Awal: Organisasi dan Magang Sejak semester awal, Rifqi aktif berkontribusi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UMM, khususnya di Biro Media, Komunikasi, dan Informasi (Medkominfo). Di sana, ia belajar kreativitas, editing, serta manajemen konten. Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan magang di sebuah production house dan Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM sebagai editor dan kreator konten. “Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa bukan nama besar organisasinya yang penting, tetapi kualitas kontribusi kita di dalamnya,” ungkapnya. Rifqi percaya, pola pikir, jaringan, dan keterampilan yang didapatkan melalui organisasi mampu membuka banyak pintu peluang di masa depan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak takut bergabung di organisasi sejak semester awal. Menurut Rifqi, kampus adalah laboratorium kehidupan tempat mahasiswa belajar jatuh-bangun dan menemukan potensi terbaik diri mereka. Kompetisi sebagai Pintu Menuju Kesuksan Awalnya, Rifqi tidak menjadikan kompetisi sebagai target utama perkuliahan. Namun, keikutsertaannya di berbagai ajang lomba justru menjadi titik balik dalam mengembangkan diri. Ia menyebutkan bahwa kompetisi telah melatihnya berpikir kritis, bekerja dalam tim, menyusun strategi bisnis, hingga meningkatkan kemampuan komunikasi efektif. “Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi proses kompetisi itu sendiri, karena banyak perusahaan saat ini menilai pencapaian non-akademik dalam seleksi karyawan,” tambahnya. Pengalaman kompetisi ternyata menjadi nilai lebih dalam proses seleksi kerja. Rifqi menjelaskan bahwa perusahaan tertarik dengan kandidat yang memiliki kemampuan analisis, kreativitas, dan ketahanan mental (resilience), yang semuanya diperoleh dari kompetisi. Menjadi Bagian dari BUMN Bagi Rifqi, lulus kuliah bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mencapai mimpi-mimpi berikutnya. Menurutnya, gelar sarjana hanyalah tiket awal yang perlu dilengkapi dengan perjuangan ekstra, konsistensi, serta doa untuk meraih sukses karier. Proses mendapatkan posisi di PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun tidak instan. Rifqi mengakui pernah gagal dalam beberapa seleksi sebelumnya. Namun, ia menjadikan setiap kegagalan sebagai latihan yang membuat dirinya semakin tangguh. “Jangan pernah menyerah karena hasil yang belum sesuai. Yang penting kita maksimal dalam prosesnya. Bangun support system, karena teman seperjuangan menjadi motivasi terbaik untuk terus maju,” pungkas Rifqi. Dengan prestasinya ini, Rifqi menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa FEB UMM bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian dalam menghadapi tantangan akan selalu membuka pintu kesuksesan.

Alumni FEB UMM Berkontribusi dalam Merancang Kebijakan Pembangunan Nasional di Bappenas

Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) terus mencatatkan nama alumninya dalam jajaran profesional yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Salah satunya adalah Widya Setya Sari, S.E., lulusan Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMM yang kini mengemban amanah sebagai perencana di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Widya Setya Sari mengaku bahwa ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FEB UMM sangat membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Bappenas. Dia menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai pembangunan ekonomi, analisis kebijakan, serta kemampuan berpikir strategis yang telah ditanamkan oleh para dosen di FEB UMM. “Ilmu yang saya dapatkan di FEB UMM menjadi bekal utama dalam pekerjaan saya saat ini. Terutama dalam hal menganalisis kebijakan dan merancang program-program strategis untuk pembangunan nasional,” ujar Widya. Lebih jauh, Widya menyebut FEB UMM bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga institusi yang membentuk karakter dan jejaring sosial yang kuat, sangat membantu dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan. Dekan FEB UMM Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. mengapresiasi pencapaian alumninya tersebut. “Kami bangga atas pencapaian Widya Setya Sari di Bappenas. Ini menjadi bukti nyata bahwa FEB UMM mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Idah Zuhroh. Widya berharap FEB UMM terus berkembang dan konsisten dalam mencetak generasi unggul yang akan berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

Mahasiswa FEB UMM Antusias Ikuti Sosialisasi Pasar Modal Bertema “Level up Financial

Malang – Sebanyak 76 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) antusias mengikuti sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan oleh Galeri Bursa Efek Indonesia (BEI) FEB UMM. Kegiatan yang bertajuk “Level up Financial: Saatnya Melek Pasar Modal” ini digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, bertempat di Ruang Sidang FEB UMM. Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta yang berlangsung tertib dan lancir. Dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya investasi di pasar modal sejak dini. Pemateri pertama, Venus Kusumawardana, S.E., M.M., dosen dari Program Vokasi UMM, menyampaikan materi mendalam mengenai dasar-dasar pasar modal dan strategi investasi yang cerdas. “Pasar modal merupakan pilihan tepat untuk mahasiswa yang ingin mulai berinvestasi, karena selain modal yang dibutuhkan terjangkau, investasi ini juga membantu mahasiswa lebih mandiri secara finansial,” ujarnya. Sesi berikutnya diisi oleh Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia, Hesty Tri Budiharti, S.E., M.M. Beliau menjelaskan lebih lanjut tentang mekanisme perdagangan saham serta tips praktis bagi investor pemula agar terhindar dari risiko tinggi di pasar modal. “Literasi finansial di kalangan generasi muda sangat penting agar mereka bisa merancang masa depan yang lebih sejahtera. BEI sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa FEB UMM yang luar biasa ini,” tutur Hesty dalam sesi pemaparan materi. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana mahasiswa aktif bertanya mengenai seluk-beluk pasar modal, mulai dari cara memilih saham yang baik hingga strategi investasi jangka panjang. Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada pemateri dan foto bersama peserta dan panitia. FEB UMM melalui kegiatan ini berharap dapat terus mencetak generasi muda yang melek investasi, cerdas mengelola keuangan, dan mampu berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi bangsa.

3rd ICoFBEI 2025: Membangun Masa Depan Bisnis dan Inovasi di Era Digital

Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga mempersembahkan 3rd International Conference on Future Business Environment and Innovation (3rd ICoFBEI) 2025, yang akan digelar pada 17–18 September 2025. Konferensi internasional ini mengangkat tema besar “Sustainable Business and Economic: Embracing Innovation and Navigating Change in Digital Era”, menyoroti pentingnya inovasi dan keberlanjutan di tengah transformasi digital yang semakin pesat. Topik-topik Utama Konferensi: Sustainability Accounting and ESG Reporting Digital Transformation in Accounting Audit and Assurance in the Digital Economy Strategic Management in the Digital Era Supply Chain Digitalization and Sustainability Human Resource Management and the Future of Work Digital Economy and Financial Inclusion Public Policy for Sustainable Development Green Finance and Economic Sustainability Green Marketing in the Digital Era International Trade and E-Commerce Pembicara Terkemuka: Dr. Jose Antonio Lopez Castro – University of Cordoba, Spain Dr. Tran Thai Ha Nguyen – Khon Kaen University, Thailand Prof. Dr. Widayat, M.M. – University of Muhammadiyah Malang, Indonesia Tanggal Penting yang Harus Diperhatikan: Pendaftaran dan Pengumpulan Full Paper: 1 Maret – 31 Mei 2025 Pengumuman kepada Penulis: 4 Juni 2025 Pembayaran: 1 – 14 Juni 2025 Pelaksanaan Konferensi: 17–18 September 2025 Biaya Registrasi: Presenter: IDR 3.500.000 / USD 210 (termasuk biaya publikasi) Participant: IDR 1.000.000 / USD 59 Student Presenter: IDR 3.100.000 / USD 183 (termasuk biaya publikasi) Student Participant: IDR 600.000 / USD 36 Publikasi: Seluruh paper yang diterima akan dipublikasikan dalam proceeding yang terindeks Scopus, memberikan kesempatan besar untuk meningkatkan visibilitas penelitian Anda di dunia internasional. Pendaftaran dan Template Paper: Pendaftaran: edas.info/N33628 Template Pengiriman: bit.ly/TemplateICoFBEI Informasi Lebih Lanjut: Website: icofbei.umm.ac.id Email: [email protected] Contact Person: +62 85257559012 (Fitri Rusdianasari) Kenapa Anda Harus Bergabung di 3rd ICoFBEI 2025? Konferensi ini adalah platform ideal untuk memperluas jejaring akademik dan profesional, mempresentasikan hasil riset inovatif Anda, serta mendapatkan insight dari para pakar internasional dalam bidang bisnis dan ekonomi digital. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memperkuat kontribusi Anda dalam membentuk masa depan dunia bisnis yang berkelanjutan! Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari perubahan!

Pelepasan Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021: Langkah Awal Menuju Dunia Profesional

Malang – Laboratorium Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar acara pelepasan bagi Asisten Laboratorium Akuntansi Angkatan 2021. Acara yang berlangsung di Laboratorium Akuntansi 2 ini dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, Kepala dan Sekretaris Laboratorium Akuntansi, serta dosen dan asisten laboratorium angkatan 2022. Sebanyak 15 asisten laboratorium resmi dilepas, menandai akhir masa tugas mereka. Asisten laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa Akuntansi UMM. Mereka membantu jalannya operasional laboratorium, dari perencanaan hingga evaluasi, serta berkontribusi dalam penyampaian materi praktikum bersama dosen instruktur. Seleksi untuk menjadi asisten laboratorium cukup ketat, mencakup tes administrasi, ujian tertulis, micro teaching, hingga wawancara berbasis kompetensi. Kepala Laboratorium Akuntansi, M. Wildan Affan, SE., MSA., menyampaikan bahwa pelepasan asisten kali ini berlangsung lebih cepat dari biasanya. “Masa pengabdian yang awalnya dua tahun dipersingkat menjadi 1,5 tahun karena sebagian besar asisten sudah menyelesaikan studi mereka dalam waktu 3,5 tahun dan akan segera diwisuda,” ujarnya. Percepatan ini memberikan kesempatan bagi lulusan untuk segera memasuki dunia kerja. “Kami berharap hal ini dapat mempercepat masa tunggu kerja lulusan, sekaligus meningkatkan reputasi Program Studi Akuntansi UMM di dunia industri,” tambahnya. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Driana Leniwati, MSA., Ak., CA., CSRS., CSRA., menyampaikan kebanggaannya terhadap para asisten yang telah menjalankan tugas dengan baik. “Menjadi asisten laboratorium bukanlah hal yang mudah. Ini adalah pengalaman berharga yang bisa menjadi modal utama dalam persaingan dunia kerja,” ungkapnya. Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada para asisten laboratorium atas kontribusi mereka dalam mendukung pembelajaran mahasiswa. “Keberhasilan proses akademik tidak lepas dari peran kalian. Saya berharap kalian terus membangun kemandirian dan bertekad mencapai kesuksesan,” ujar Prof. Idah. Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan, ucapan selamat dari para dosen, pembacaan doa, dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.