FEB UMM Gelar Lokakarya Rekonstruksi Visi dan Misi Menuju Standar Internasional

FEB UMM Gelar Lokakarya Rekonstruksi Visi dan Misi Menuju Standar Internasional

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menyelenggarakan lokakarya strategis untuk merumuskan kembali visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas guna mencapai standar internasional. Acara yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama 4 ini dihadiri oleh seluruh dosen FEB UMM, dengan semangat bersama untuk mendorong fakultas ke tingkat global. Pentingnya Adaptasi terhadap Perubahan Global Lokakarya dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Achsanul In’am, Ph.D., dan Dekan FEB, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. Keduanya menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan global untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing internasional. “Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan FEB UMM tidak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global, berlandaskan nilai-nilai Islam dan kewirausahaan,” ujar Prof. Idah Zuhroh. Diskusi Dinamis dan Inovatif Kegiatan lokakarya berlangsung interaktif dengan diskusi kelompok, presentasi ide, dan sesi tanya jawab yang memicu antusiasme peserta. Beragam gagasan strategis dipaparkan, termasuk pembaruan visi fakultas yang kini difokuskan pada cita-cita menjadi fakultas yang berdaya saing internasional pada tahun 2030. Visi baru FEB UMM berbunyi: “Tahun 2030 menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berdaya saing internasional berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kewirausahaan.” Hasil dan Langkah Strategis Lokakarya ini menghasilkan berbagai inisiatif dan strategi konkret yang dirancang untuk mendorong FEB UMM mencapai target global. Dokumentasi resmi dari acara ini akan menjadi panduan utama untuk implementasi langkah-langkah berikutnya. Dosen FEB UMM sepakat untuk terus berkomitmen dalam menerapkan strategi yang telah dirumuskan. Lokakarya ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam perjalanan fakultas menuju standar internasional, sejalan dengan misi universitas dalam memajukan pendidikan berbasis nilai-nilai Islami dan kewirausahaan.

UMM Kukuhkan Guru Besar FEB di Bidang Perbankan Syariah dan Pembangunan Berkelanjutan

UMM Mengukuhkan Guru Besar di Bidang Perbankan Syariah dan SDGs

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak sejarah dengan mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yaitu Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dan Prof. Dr. Widayat, M.M.. Pengukuhan ini menjadi bukti komitmen UMM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Peran Perbankan Syariah dalam SDGs oleh Prof. Idah Zuhroh Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Idah Zuhroh menyoroti pentingnya peran perbankan syariah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beliau menggarisbawahi perlunya pendekatan multilayer dalam pembiayaan syariah, yang mencakup fondasi regulasi yang kokoh, infrastruktur keuangan yang memadai, serta komitmen lintas sektor. “Perbankan syariah memiliki potensi besar dalam memobilisasi dana untuk proyek-proyek yang mendukung SDGs. Namun, ini memerlukan kerangka regulasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan dampak yang maksimal,” ujar Prof. Idah. Beliau juga memperkenalkan konsep pembiayaan syariah multilayer, yang terdiri dari tiga elemen utama: fondasi, pedestal, dan pilar. Pilar tersebut mencakup diversifikasi produk, pengelolaan risiko, kepatuhan syariah, kecukupan modal, dan literasi keuangan, semuanya terintegrasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Gaya Hidup Berkelanjutan oleh Prof. Widayat Sementara itu, Prof. Dr. Widayat, M.M., dalam pidatonya, menyoroti pentingnya menciptakan gaya hidup yang seimbang dan berkelanjutan sebagai bagian dari kesejahteraan holistik. Ia membahas isu-isu utama seperti ekonomi hijau, pemasaran hijau, dan perilaku konsumen yang bertanggung jawab. “Kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari kualitas lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja,” jelas Prof. Widayat. Beliau juga menekankan pentingnya pemasaran sosial sebagai strategi untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan secara lebih efektif dibandingkan pendekatan tradisional seperti hukuman atau kampanye sederhana. Dukungan UMM untuk SDGs Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyatakan apresiasinya terhadap pencapaian kedua Guru Besar ini. “Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga wujud nyata kontribusi UMM dalam menjawab tantangan global melalui pendidikan dan penelitian,” katanya. Pengukuhan ini tidak hanya menegaskan komitmen UMM untuk mendukung SDGs, tetapi juga memberikan inspirasi kepada akademisi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA Menuju Akreditasi Unggul

Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA Menuju Akreditasi Unggul

MALANG – Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut kedatangan tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk melaksanakan asesmen lapangan. Proses ini merupakan bagian dari upaya Prodi Ekonomi Pembangunan dalam menjamin mutu pendidikan dan mencapai akreditasi unggul. Bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama IV Lantai 4, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekanat FEB, kepala lembaga, tim task force, dosen, serta tamu undangan lainnya. Tim asesor terdiri dari Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si. (Universitas Sebelas Maret) dan Dr. Taosige Wau, S.E., M.Si. (UIN Kalijaga), yang bertugas mengevaluasi berbagai aspek program studi. Komitmen Peningkatan Mutu Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., menyampaikan kesiapan penuh Prodi Ekonomi Pembangunan dalam memberikan informasi yang diperlukan selama proses asesmen. “Kami berkomitmen untuk menunjukkan capaian dan usaha yang telah dilakukan untuk memastikan kualitas pendidikan terbaik. Semoga asesmen ini menjadi langkah maju bagi peningkatan mutu pendidikan di FEB UMM,” ujar Prof. Idah. Asesmen Mendalam dan Komprehensif Tim asesor LAMEMBA melakukan evaluasi terhadap berbagai komponen, termasuk kurikulum, proses pembelajaran, infrastruktur, tenaga pengajar, penelitian, pengabdian masyarakat, pelayanan mahasiswa, dan luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mereka juga berinteraksi langsung dengan dosen, staf, mahasiswa, alumni, dan stakeholder untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang dinamika akademik di Prodi Ekonomi Pembangunan. Harapan untuk Akreditasi Unggul Proses asesmen lapangan ini merupakan tahap penting dalam rangkaian evaluasi akreditasi, yang melibatkan berbagai pihak, baik di tingkat program studi maupun universitas. Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi LAMEMBA dalam memberikan rekomendasi dan penilaian akhir akreditasi Prodi Ekonomi Pembangunan. Seluruh civitas akademika Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM berharap asesmen ini dapat membawa hasil yang membanggakan dengan capaian akreditasi UNGGUL dari LAMEMBA, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu program studi terkemuka di Indonesia.

Prodi Manajemen FEB UMM dan APSMA PTMA Gelar Workshop CPL dan Benchmarking Menuju Internasionalisasi

Prodi Manajemen FEB UMM Lakukan Kerjasama Dengan APSMA PTMA Gelar Workshop CPL dan Benchmarking Internasional

MALANG – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) bekerja sama dengan Asosiasi Program Studi Manajemen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APSMA PTMA) menggelar Workshop Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Benchmarking Internasional. Kegiatan yang berlangsung di Hall Rayz UMM selama dua hari ini dihadiri lebih dari 25 perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Meningkatkan Kualitas Kurikulum Berbasis OBE Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T., membuka acara dengan menegaskan pentingnya CPL sebagai indikator keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada keterampilan, sikap, nilai, dan etika. “CPL menjadi gambaran nyata dari proses pendidikan yang mampu membentuk lulusan dengan keterampilan praktis, kesiapan kerja, dan tanggung jawab sosial,” ujar Dr. Subeki. Acara ini diprakarsai oleh Dr. Nurul Asfiah, M.M., Ketua APSMA sekaligus Kaprodi Manajemen FEB UMM. Workshop menghadirkan tiga narasumber terkemuka: Prof. Dr. M. Syaifuddin, M.M. (Kepala Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM) Sri Gunawan, DBA (Ketua Forum Manajemen Indonesia) Dr. Naelawati Tubastuvi, M.Si. (Asesor LAMEMBA dan Dekan FEB UMP) Pemateri dan Gagasan Utama Dalam sesi pertama, Prof. Dr. M. Syaifuddin menjelaskan pentingnya merancang CPL yang relevan dengan visi dan misi program studi. Beliau menekankan bahwa CPL harus mencakup unsur keterampilan, sikap, nilai, dan etika, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja. “CPL yang baik mampu mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan global dan bertanggung jawab secara profesional,” jelasnya. Pada sesi kedua, Sri Gunawan, DBA, membahas kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap tantangan global, seperti Society 5.0, dengan memperkuat keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kompetensi global. “Untuk mencapai pengakuan internasional, kita harus mengacu pada praktik terbaik dari universitas luar negeri,” ujar Sri Gunawan. Sesi terakhir yang dibawakan oleh Dr. Naelawati Tubastuvi, M.Si., berfokus pada pengajuan akreditasi unggul LAMEMBA. Ia memberikan wawasan terkait proses akreditasi dan menjawab pertanyaan dari peserta yang antusias berbagi pengalaman dan tantangan selama pengajuan akreditasi. Langkah Menuju Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul Workshop ini diharapkan mampu membantu program studi manajemen di PTMA merumuskan CPL berbasis OBE yang adaptif terhadap kebutuhan global, sekaligus mempersiapkan diri untuk mencapai dan mempertahankan akreditasi unggul dari LAMEMBA.

FEB UMM Gelar Kuliah Tamu “Keuangan Cerdas: Merangkai Masa Depan Melalui Perencanaan Keuangan”

Tingkatkan Literasi Perencanaan Keuangan FEB UMM Gelar Kuliah Tamu

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Keuangan Cerdas: Merangkai Masa Depan Melalui Perencanaan Keuangan”. Acara yang berlangsung di GKB 4 Lantai 9 ini dihadiri oleh jajaran dosen FEB UMM dan mahasiswa semester 1 angkatan 2023. Pembukaan dan Pemaparan Materi Seminar dibuka oleh Wakil Dekan 1 FEB UMM, Dr. Widayat, M.M., yang menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini sebagai bekal untuk mengelola masa depan finansial. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Drs. Warsono, M.M., dosen Prodi Manajemen FEB UMM. Warsono menggarisbawahi pentingnya mahasiswa mulai memahami pengelolaan keuangan pribadi, terutama karena sebagian besar pemasukan mereka berasal dari orang tua. Narasumber dan Topik Strategis Materi kedua dibawakan oleh Mahaning Riyana, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dengan moderator Novi Puji Lestari, S.E., M.M., dosen Prodi Manajemen. Riyana memberikan wawasan tentang peran teknologi finansial syariah dalam mendukung perencanaan keuangan yang cerdas dan sesuai prinsip. Sesi berikutnya menghadirkan Aep Saepudin, S.E., M.Sy., Direktur Utama PT BPRS Artha Sinar Sejahtera Syariah, yang memberikan tips praktis dalam membangun stabilitas keuangan berbasis syariah. Materi terakhir disampaikan oleh Anton Swadana, CTA, Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Anton memaparkan strategi investasi yang tepat untuk mahasiswa sebagai langkah awal membangun portofolio keuangan. Sesi ini dimoderatori oleh Novitasari Agus Saputri, M.Pd. Pengukuran Pemahaman Peserta Untuk mengukur pemahaman peserta, mahasiswa yang hadir diminta mengisi post-test yang disediakan oleh dosen pengampu. Hasil ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan seminar dalam meningkatkan literasi perencanaan keuangan. Harapan dan Manfaat Seminar ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Dengan kehadiran narasumber yang kompeten, acara ini diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang baik dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

FEB UMM dan KADIN Jatim Gelar Seminar Nasional “Cakap Cukai & Bedah Buku”

SEMINAR NASIONAL BERTAJUK CAKAP CUKAI

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur sukses menggelar seminar nasional bertajuk “Cakap Cukai & Bedah Buku” di Aula BAU UMM. Acara ini menghadirkan pakar dari berbagai institusi untuk membahas isu terkini seputar cukai dan kepabeanan, sekaligus memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa dan civitas akademika. Pembukaan oleh Rektor UMM Acara dibuka oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., yang mengapresiasi KADIN Jatim atas kolaborasi dalam menyelenggarakan seminar ini. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan literasi mahasiswa tentang cukai dan kepabeanan, yang merupakan bagian vital dalam perekonomian nasional,” ujar Prof. Syamsul. Diskusi Panel dengan Pemateri Terkemuka Seminar ini menghadirkan lima pembicara utama: H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H. (Anggota DPR RI Komisi IX) memaparkan Dinamika Kebijakan Tarif Cukai Rokok. Nirwala Dwi Heryanto (Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai) menjelaskan Dampak Cukai Terhadap Perdagangan Ilegal, khususnya Rokok. Sandy Firdaus, S.T., M.Bus. (Direktur Dana Transfer Umum, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan) membahas Efektivitas Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berdasarkan PMK No. 215/PMK/07/2021. Sunaryo (Kepala Kantor Bea Cukai Kediri) menyampaikan materi bertajuk Leher Dijerat Kaki Diikat. Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M. (Dekan FEB UMM) memberikan Analisis Kritis Regulasi Cukai: Tantangan dan Alternatif Solusi. Sesi Diskusi Interaktif Setelah pemaparan materi, sesi penanggapan diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk: Ir. Oentarto Wibowo, MPA (Bea Cukai Pusat) Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. (Pj Wali Kota Malang) Dr. Or Zanariah, M.Si. (Pj Wali Kota Kediri) Agus Sudarmadi (Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim II) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. (Wakil Rektor II UMM) Harapan dan Dampak Seminar Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta tentang kebijakan cukai dan kepabeanan di Indonesia, tetapi juga memberikan landasan akademik untuk memahami tantangan yang dihadapi sektor ini. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif untuk mendukung kebijakan cukai yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM Gelar Seminar “Manfaat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan Kerja Sama Multilateral”

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM

MALANG – Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Perkembangan Kerja Sama Ekonomi Multilateral Indonesia dan Manfaatnya terhadap Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari”. Acara ini berlangsung di basement Dome UMM, dihadiri oleh jajaran pimpinan UMM, akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Indonesia (UI), serta civitas akademika FEB UMM. Narasumber Utama dan Fokus Seminar Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Bapak Susiwijono, S.E., M.E., Plt. Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dan Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Beliau memaparkan tentang proses aksesi keanggotaan Indonesia di OECD dan manfaat dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Pemerintah mendukung penuh pengembangan klaster Human Development Zone (HDZ) di KEK Singhasari. HDZ diharapkan menjadi pusat pengembangan SDM unggul yang dapat mendorong visi Indonesia Emas 2045,” ungkap Susiwijono. Dukungan Akademisi dan Antusiasme Mahasiswa Antusiasme peserta terlihat dari ragam pertanyaan yang diajukan mahasiswa, yang mendapat tanggapan positif dari para akademisi. Wakil Rektor I UMM, Prof. Syamsul Arifin, M.Si., menegaskan bahwa UMM siap berkontribusi dalam pengembangan KEK Singhasari, khususnya dalam bidang pendidikan. Prof. Dr. Munawar, S.E., D.E.A., Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya, turut menyoroti potensi KEK sebagai katalis untuk meningkatkan daya saing global dengan memanfaatkan keunggulan komparatif di tiap daerah. Rencana Pengembangan Program Vokasi di KEK Singhasari Seminar ini juga membahas rencana pengembangan program vokasi di KEK Singhasari, termasuk inisiatif untuk menciptakan Center for Future Work bekerja sama dengan Western Australia Technical Vocational Education and Training (TVET) Consortium. Harapan untuk Masa Depan KEK Singhasari Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman civitas akademika FEB UMM tentang manfaat KEK bagi perekonomian nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan SDM unggul dan inovasi pendidikan di kawasan Singhasari.

Program Studi Manajemen FEB UMM Raih Akreditasi “Unggul” dari LAMEMBA

Akreditasi Manajemen UMM Unggul LAMEMBA

Malang – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memulai tahun akademik 2023/2024 dengan kabar membanggakan. Program studi ini berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Pencapaian ini diperkuat dengan Surat Keputusan Nomor 005/DE/A.5/AR.12/VIII/2023 yang diterbitkan pada 31 Agustus 2023, menyusul proses penyetaraan akreditasi internasional melalui FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Raihan akreditasi tertinggi ini menjadi bukti konkret dedikasi Program Studi Manajemen FEB UMM dalam menjaga mutu pendidikan yang relevan dengan visi dan misinya. Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa akreditasi “Unggul” dari LAMEMBA menunjukkan bahwa sistem, proses, dan mekanisme penjaminan mutu di program studi ini—meliputi tata kelola, kurikulum, mahasiswa, tenaga pengajar, keuangan, fasilitas, hingga capaian tridharma perguruan tinggi—telah memenuhi standar tertinggi. “Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan persiapan matang selama lebih dari dua tahun,” ujar Dr. Nurul Asfiah. Ia menambahkan, persiapan ini turut didukung oleh pengalaman Program Studi Manajemen dalam mengikuti akreditasi internasional FIBAA, yang memberikan landasan kuat untuk memenuhi standar LAMEMBA. Akreditasi “Unggul” ini tidak hanya mencerminkan keunggulan program studi di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan daya saing internasional. Ke depan, Program Studi Manajemen FEB UMM berkomitmen memperkuat posisinya sebagai salah satu program studi unggulan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah global. Selamat kepada Program Studi Manajemen FEB UMM atas pencapaian gemilang ini, yang menjadi tonggak baru dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Program Studi Manajemen FEB UMM Raih Akreditasi Internasional Bergengsi FIBAA

Akreditasi FIBAA Program Studi Manajemen UMM

Malang – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Setelah melalui proses panjang selama lebih dari dua tahun, pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam memberikan pendidikan berkualitas dengan standar global. FIBAA, lembaga akreditasi ternama asal Jerman, dikenal secara global dalam penilaian kualitas program pendidikan tinggi di bidang manajemen, bisnis, dan administrasi. Akreditasi dari FIBAA bukan hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga mencerminkan keseriusan FEB UMM dalam memenuhi standar ketat yang diakui secara internasional. Dalam proses akreditasi, FIBAA melakukan evaluasi ekstensif terhadap berbagai aspek, termasuk kurikulum, metode pengajaran, penelitian, kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana, serta dukungan bagi mahasiswa. Melibatkan para ahli internasional, tim evaluasi FIBAA mengunjungi kampus dan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan semua aspek berjalan sesuai standar. Keberhasilan Program Studi Manajemen FEB UMM mencakup penyusunan kurikulum inovatif yang terintegrasi dengan penelitian, penerapan metode pembelajaran modern, serta dukungan tenaga pengajar berkualitas tinggi. Poin-poin ini menjadi nilai tambah signifikan dalam penilaian yang dilakukan. Raihan akreditasi FIBAA membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan lulusan FEB UMM di kancah global. Dengan pengakuan internasional ini, gelar akademik yang diperoleh akan lebih mudah diakui di berbagai negara anggota FIBAA. Selain itu, mahasiswa dijamin mendapatkan pendidikan dengan standar yang relevan dan kompetitif di pasar kerja global. Akreditasi internasional ini juga mendukung upaya Universitas Muhammadiyah Malang dalam memperkuat posisi sebagai salah satu perguruan tinggi berkelas dunia. Pencapaian ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan Program Studi Manajemen FEB UMM menuju keunggulan dalam pendidikan tinggi. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen universitas, dari staf pengajar, mahasiswa, hingga pihak pengelola. Semoga langkah ini semakin memperkokoh FEB UMM sebagai pilihan utama bagi generasi muda yang ingin meraih pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.