FEB UMM dan KADIN Jatim Kolaborasi Kajian Optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)
FEB UMM dan KADIN Jatim Kolaborasi Kajian Optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) melalui Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) menjalin kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur untuk mengkaji kebijakan optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kerjasama ini diumumkan setelah pertemuan resmi antara kedua pihak pada 23 Juli 2024.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Action (MoA) oleh Ketua Umum KADIN Jatim, Adik Dwi Putranto, dan Dekan FEB UMM, Prof. Dr. Idah Zuhroh, M.M., dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kebijakan kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebagai langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan DBHCHT.

Dekan FEB UMM, Prof. Idah Zuhroh, mengapresiasi kepercayaan KADIN Jatim terhadap fakultas yang dipimpinnya. “DBHCHT memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan Jawa Timur. Kami berharap hasil kajian ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Ketua KADIN Jatim, Adik Dwi Putranto, juga menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat terkait kenaikan CHT 2025. “Kebijakan CHT memiliki pengaruh langsung terhadap industri hasil tembakau (IHT), yang menjadi salah satu kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur,” katanya.

Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menekankan bahwa optimalisasi DBHCHT dapat mendukung pembangunan provinsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan penerimaan cukai yang lebih efektif.

Kerja sama antara FEB UMM dan KADIN Jatim ini diharapkan dapat menghasilkan kajian strategis yang mampu mendorong kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Timur.